Cegah Macet, Dishub Minta Pemilahan Ganjil-Genap dalam Tol Jakarta-Cikampek


BEKASI, SERUJI.CO.ID – Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat meminta agar pemilahan pelat nomor polisi ganji-genap dilakukan di dalam area Tol Jakarta-Cikampek guna menghindari kemacetan di dalam kota.

“Permintaan kami supaya pemilahan jangan dilakukan di dalam Kota Bekasi, sebab akan membuat kemacetan semakin parah karena banyak pengendara yang harus memutar balik karena larangan melintas,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, di Bekasi, Sabtu (24/2).

Menurut dia, rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas ganjil-genap oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Kementerian Perhubungan pada 12 Maret 2018 merupakan keputusan yang harus didukung pemerintah daerah.

Namun pihaknya berharap agar pemilahan pelat nomor kendaraan jangan sampai mengorbankan kepentingan pengendara di sejumlah jalur arteri dalam kota.

Contohnya, kata dia, untuk di pintu Tol Bekasi Timur itu warga kebanyakan datang dari utara, kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur harus naik jembatan dulu untuk menyeberang dan belok kanan menuju ke pintu tol.

“Nah, saya tidak mau bila nantinya ada kepadatan di situ akibat imbas pemilahan di Jalan Joyo Martono,” katanya lagi.

Kondisi yang sama kemungkinan terjadi pada sisi kawasan pintu Tol Bekasi Barat Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Ia memprediksi, akan muncul kepadatan kendaraan di depan Mega Bekasi Hyper Mal dan Revo Town jika pemilahan diberlakukan di luar area tol.

Potensi kemacetan itu, kata Johan, besar kemungkinan terjadi sebab mayoritas masyarakat belum seluruhnya tersosialisasi kebijakan itu.

“Saya yakin masih ada pengendara di hari H yang bingung dengan kebijakan tersebut, sehingga dampaknya bisa memicu kemacetan di dalam kota karena putar balik kendaraan,” katanya.

Johan meminta agar penentu kebijakan itu bisa memindahkan lokasi pemilahan ke dalam area Tol Jakarta-Cikampek.

“Saya minta pemilahan dilakukan di dalam tol setelah kendaraan melintasi gerbang masuk, sehingga kendaraan yang memang tidak berkesempatan melintas bisa keluar di gerbang tol terdekat,” katanya lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close