Bupati: Jalur Ganda Pangkas Waktu Tempuh Sukabumi-Jakarta

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Bupati Sukabumi, Jawa Barat, Marwan Hamami mengatakan pembangunan jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor membantu pengguna moda transportasi darat memangkas waktu tempuh Sukabumi-Jakarta.

“Tentunya progam Presiden RI Jokowi membangun jalur ganda KA sangat membantu dalam peningkatan kualitas moda trasportasi darat. Apalagi di jalur utama Sukabumi-Bogor kemacetan selalu terjadi yang dikarenakan jumlah kendaraan meningkat, tetapi akses jalan tetap walaupun ada penambahan, tetapi tidak signifikan,” katanya di Sukabumi, Kamis (5/4).

Menurutnya, saat ini jika menggunakan kendaraan roda empat maupun lebih dari Sukabumi ke Jakarta bisa memakan waktu enam hingga tujuh jam. Bahkan pada hari-hari tertentu jika terjadi kemacetan, waktu tempuhnya bisa mencapai 12 jam.

Karena itu, dengan pembangunan jalur ganda ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus kendaraan di jalur utama Sukabumi-Jakarta dan tentunya warga bisa memanfaatkan kereta api sebagai transportasi umum utama.


Lanjut dia, jalur ganda ini pun merupakan impian warga Sukabumi baik kota maupun kabupaten sehingga diharapkan penyelesaian pembangunannya tepat waktu.

“Kami pun dari Pemkab Sukabumi tentunya akan membantun proses berjalannya pembangunan jalur ganda ini, agar proses pengerjaannya tidak tertunda karena hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Marwan.

Sementara, salah seorang warga Kota Sukabumi Dina Nurlela mengatakan untuk bepergian ke Jakarta membutuhkan waktu hingga enam sampai tujuh jam sehingga waktu habis di jalan, belum lagi biaya tambahan lainnya.

Walaupun saat ini sudah beroperasi kembali kereta api jurusan Sukabumi-Bogor tetapi jadwal pemberangkatannya terbatas, sehingga harus mengikuti jadwal yang ada.

“Kami berharap jalur ganda ini bisa segera selesai, dan jadwal pemberangkatannya pun harus ditambah agar memudahkan kami sebagai penumpang mendapatkan pelayanan transportasi masal seperti KA,” katanya.

Warga lainnya, Evi Silvia warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi dirinya sudah lama mendambakan moda trasnportasi umum yang nyaman. Walaupun sudah ada KA tetapi tiketnya terbatas sehingga perlu adanya penambahan kursi dan jadwal pemberangkatan KA.

“Untuk ke Jakarta jika naik angkutan umum seperti bus membutuhkan waktu lama, belum lagi di jalan jika terjadi kemacetan sehingga waktu habis di jalan,” tambahnya. (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

MUI Kecam Iklan Lowongan Kerja Yang Mensyaratkan Melepas Hijab Saat Bekerja

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengecam perusahaan yang mengiklankan lowongan kerja dengan mensyaratkan harus bersedia melepas jilbab selama bekerja.

Minta Pahami Visi-Misi Presiden Jokowi, Mendagri: ASN Harus Tegak Lurus dan Loyal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta setiap aparatur sipil negara (ASN) di tingkat pusat sampai dengan daerah memahami visi-misi presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2019.

Gempa Bali Terasa Hingga Lombok, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Getaran gempa kekuatan 6 Skala Richter (SR) yang melanda Bali, Selasa (16/7) pagi, juga dirasakan di pulau Lombok, seperti di Kota Mataram.

Flash: Gempa 6,0 Skala Richter Guncang Provinsi Bali

li, pada Selasa (16/7) sekitar pukul 07.18 WIB. Getaran gempa tersebut terasa di Nusa Dua, Denpasar, Tabanan dan Jembrana.

Amien Rais Dukung Seribu Persen Rekonsiliasi Antara Jokowi dan Prabowo, Asal………

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendukung rekonsiliasi yang terjadi antara Presiden terpilih, Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Terungkap, Pelaku Yang Aniaya Hingga Tewas Siswa Baru SMA Taruna Saat MOS

Polisi menetapkan staf pengajar SMA Taruna Indonesia Kota Palembang sebagai tersangka penganiayaan terhadap siswa baru sekolah tersebut hingga meninggal dunia saat masa orientasi sekolah (MOS).

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

Tenggat Waktu Habis, Satgas Bentukan Kapolri Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

Satuan Tugas (Satgas) untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, dinilai gagal menjalankan tugasnya hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 6 bulan setelah dilantik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Presiden Jokowi Tipu PBNU, Itu Hebat!