BPBD: Bogor Darurat Longsor dan Banjir Hingga Mei

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih memberlakukan status darurat tanah longsor dan banjir hingga 31 Mei 2018.

“Sesuai dengan SK Bupati Bogor, status darurat tanah longsor dan banjir di Kabupaten Bogor sudah dikeluarkan per tanggal 1 Desember 2017 berlaku sampai 31 Mei 2018,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo di Bogor, Rabu (11/4).

Budi mengatakan dengan status ini masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dalam menghadapi musim peralihan yang berpotensi terjadinya hujan ekstrim yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin.

“Bukan hanya waspada saja, tetapi siap siaga. Artinya harus siap menjaga, mulai dari sebelum bencana terjadi, saat terjadi dan setelah terjadi,” katanya.

Bencana alam baru-baru ini terjadi di wilayah Kabupaten Bogor pada 7 April 2018. Sejumlah lokasi dilanda banjir dan longsor seperti banjir bandang di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.

Peristiwa banjir bandang ini mengakibatkan satu orang warga atas nama Ny Mari (68) meninggal dunia dan merusak enam unit rumah beserta warung milik warga.

Banjir luapan Sungai Cisarua, anak Sungai Cipamingkis ini juga menyapu sekitar delapan unit sepeda motor dan empat mobil milik pengunjung warung di lokasi kejadian.

Peristiwa berikutnya pohon tumbang dan jembatan putus di Kampung Tonjong, Desa Tugu Utara, dan Desa Layang, Kecamatan Cisarua.

Longsor berikutnya terjadi di Kampung Baru, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga mengakibatkan terputusanya jalan desa untuk kendaraan roda empat penghubung antar dua RT.

Minggu (9/4) juga terjadi bencana air bah di Desa Cimanggu 2, Kecamatan Cibungbulang. Tingginya intensitas hujan dari sore menyebabkan drainase dari salah satu perumahan meluap hingga ke Pesantren Kampung Cisaer yang menyebabkan dinding kamar santri jebol.

Korban terdampak dari peristiwa air bah ini adalah Pesantren Kampung Cisaer, dinding jebol, bangunan yang jebol dua lantai mengakibatkan delapan ruangan atau kamar santri tidak bisa digunakan.

Panjang jebolan dinding delapan meter, dengan tinggi enam meter. Setiap ruangan atau kamar memiliki ukuran panjang dua meter, lebar dua meter dan tinggi tiga meter.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Total ada 50 santri yang dipulangkan ke rumahnya masing-masing, dan masih ada 25 orang lainnya menetap di pesantren,” katanya.

Berdasarkan data dari BPBD, kejadian bencana di wilayah Kabupaten Bogor selama 2018 dari periode Januari sampai 6 April yakni tanah longsor 77 kejadian, angin kencang 60 kejadian, banjir 17 kejadian.

BPBD juga mencatat kejadian kebakaran sebanyak 16 kejadian, lalu gempa bumi yang bersumber dari wilayah lain tetapi dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor sebanyak 56 kejadian, dan lain-lainnya sebanyak 259 kejadian.

Jika dibandingkan kejadian bencana tahun 2017 untuk tanah longsor sebanyak 215 kejadian, banjir 47 kejadian, kebakaran 78 kejadian, cuaca ekstrem atau angin kencang 205 kejadian, dan lainnya 39 kejadian. Total ada 593 kejadian bencana.

Budi menambahkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan penanggulangan bencana tidak hanya penanganan dini pada waktu bencana terjadi tetapi bergeser pada pra bencana, atau mitigasi, untuk mengurangi resiko bencana.

“Dalam penanggulangan bencana ini melibatkan tiga pilar yakni pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha, harus siap siaga, tidak hanya waspada,” kata Budi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy