Nelayan Masih Melaut dengan Alat Tangkap Dilarang


INDRAMAYU, SERUJI.CO.ID – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyatakan para nelayan yang terdampak pelarangan alat tangkap saat ini masih melaut seperti biasa, berdasarkan pernyataan Presiden dan Kapolri.

“Kami para nelayan butuh makan dan dengan bermodal pernyataan Presiden dan Kapolri, akhirnya kami kembali melaut,” kata ketua HNSI Indramayu Dedi Aryanto di Indramayu, Jumat (26/1).

Dedi mengatakan ribuan nelayan asal Indramayu tetap melaut, walaupun adanya larangan penggunaan alat tangkap cantrang dan 16 alat tangkap lainnya, yang ditetapkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya di Kabupaten Indramayu terdapat 1.800 perahu yang terdampak aturan tersebut dan jika ditotal terdapat 28 ribu nelayan yang terdampak akibat aturan tersebut.

Dedi menuturkan pernyataan Presiden dan Kapolri, yang tidak akan menangkap para nelayan yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang ini menjadi dasarnya.

“Nelayan di Indramayu menggunakan alat tangkap yang cukup beragam yang menggunakan cantrang terdapat sekitar 100 perahu, sedangkan alat tangkap lainnya yang terdampak, sekitar 1.700 perahu,” tuturnya.

Selain Cantrang, para nelayan di Indramayu juga menggunakan alat tangkap, seperti arad, payang, waring dan lainnya.

“Untuk saat ini, pengguna alat tangkap arad di Indramayu, menempati urutan pertama ada sekitar 1.000 perahu nelayan yang menggunakanya,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close