Berbeda dengan RSUD, Polisi: Sebanyak 21 Meninggal Akibat Bus Masuk Jurang

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Dari hasil pendataan akhir yang dilakukan Polres Sukabumi terhadap jumlah korban akibat bus masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebanyak 21 orang meninggal dunia.

“Dari hasil evaluasi dan pendataan yang dilakukan kami, jumlah yang meninggal dunia 21 orang akibat kecelakaan yang terjadi di Desa/Kecamatan Cikidang tersebut,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan di Sukabumi, Sabtu (8/9) malam.

Adapun rincian total korban kecelakaan maut ini sebanyak 21 korban meninggal dunia, 12 luka berat yang semuanya ditangani RSUD Palabuhanratu. Sementara, tiga korban berada di RS Sekarwangi Cibadak dan dua korban berada di Puskesmas Cikidang dan sudah dirujuk ke RS Palabuhanratu.

Baca juga: Korban Meninggal Bus Masuk Jurang Cikidang Bertambah Jadi 23 Orang

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian kecelakaan maut di Cikidang ini. Selain itu, pihaknya juga belum menyimpulkan penyebab utama kejadian ini. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) nantinya bisa diketahui.

Kepolisian juga akan memeriksa kondisi bus tersebut mulai dari mesin, rem dan alat keselamatan lainnya. Setelah olah TKP ini pihaknya pun akan kembali merilis penyebab kejadian itu.

“Untuk 21 korban meninggal dunia sudah kami identifikasi,” tukasnya.

Baca juga: Hendak Berwisata Arung Jeram, 10 Orang Meninggal Akibat Minibus Masuk Jurang

Data yang disampaikan kepolisian ini berbeda dengan data yang disampaikan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, yang menyebut total korban meninggal hingga saat ini sebanyak 23 orang.

“Untuk yang ditangani di RSUD Palabuhanratu sebanyak 21 jenazah dan dua lagi ditangani RSUD Sekarwangi Cibadak,” kata Humas RSUD Palabuhanratu Bili Agustian di Sukabumi, Sabtu (8/9). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER