Belasan Pewarta Cianjur Mendapat Vaksin Difteri

0
76
vaksin
Ilustrasi vaksinasi. (foto:Istimewa)

CINJUR, SERUJI.CO.ID – Belasan pewarta cetak dan elektronik yang bertugas di Cianjur, Jawa Barat, mendapatkan vaksin difteri, untuk mengantisipasi tertularnya mereka dari penyakit tersebut, saat melakukan tugas liputan.

Para pewarta mendapatkan vaksin tersebut di klinik milik dr Efa Fatimah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, Rabu (13/12).

Angga Purwanda seorang jurnalis cetak, mengatakan, mereka mengikuti vaksin setelah dianjurkan petugas di dinas kesehatan karena sejak beberapa hari terakhir awak media tengah gencar melakukan peliputan kasus difteri.

Loading...

“Ini sebagai langkah antisipasi karena saat ini, kami banyak melakukan peliputan dengan korban dan keluarga korban difteri. Pihak medis yang juga Kabid di Dinkes membuka diri untuk memfasilitasi wartawan untuk divaksin,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini tidak jarang wartawan yang kurang mengantisipasi atau menjaga diri dari dampak liputan, sehingga wartawan di Cianjur mulai didorong untuk sadar mencegah kemungkinan buruk tersebut.

“Ketika ada kesempatan kami langsung menyetujui, setidaknya dapat mencegah penularan setelah melakukan kontak dengan keluarga atau melakukan peliputan di lingkungan korban difteri,” katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, Neneng Efa Fatimah, mengatakan, pemberian fasilitas tersebut dilakukan untuk menjalin komunikasi baik dengan pewarta serta menjadikan jurnalis sebagai contoh baik dalam meningkatkan kesehatan.

“Ini menjadi langkah baik, jurnalis menjadi contoh dan penggerak warga untuk sadar vaksin, terutama untuk anak-anak. Mereka yang berada di lingkungan, dimana ditemukan difteri juga perlu agar dapat mencegah penularan,” katanya.

Pihaknya mengimbau, warga untuk meningkatkan kesadaran mengimunisasi anaknya secara lengkap karena imunisasi dapat menangkal penyakit berbahaya seperti difteri karena temuan kasus tersebut didominasi dari wilayah yang warganya belum sadar imunisasi.

“Masih banyak warga yang beranggapan kalau vaksin atau imunisasi mengandung bahan yang tidak halal, meskipun sudah dipastikan kehalalannya. Ini yang perlu kita dorong bersama, bagaimana terus menggenjot kesadaran imunisasi lengkap,” pungkasnya. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama