Akibat Banjir di Kabupaten Bandung, 599 KK Masih Mengungsi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 599 kepala keluarga yang terdiri atas 1.938 jiwa di Kabupaten Bandung masih bertahan di sejumlah tempat pengungsian akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan tiga daerah yang masih terdampak banjir yakni Kecamatan Baleendah dengan total pengungsi 658 jiwa dan 2.255 rumah terendam.

Kecamatan Dayeuhkolot total pengungsi 929 orang dengan 1.910 rumah terdampak banjir. Terakhir, Kecamatan Bojongsoang dengan total 371 pengungsi dari 320 rumah yang terdampak banjir.

“Melihat banjir yang terus berlangsung di tiga kecamatan itu, BPBD hingga saat ini terus melakukan asessment berkala ke lokasi titik banjir,” ujar Akhmad dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (9/3).

Akhmad mengatakan total rumah yang terendam di tiga kecamatan tersebut berjumlah 6.361 rumah. Selain itu, tujuh gedung sekolah, delapan gedung fasilitas umum, dan 36 gedung tempat ibadah pun terdampak banjir.

Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Bandung pada Kamis (8/3) sore hingga malam, membuat ketinggian air kembali meningkat.

“Rata-rata ketinggian air mencapai 80 sampai 200 centimeter,” kata dia.

Beberapa ruas jalan pun kembali terputus setelah beberapa hari sebelumnya sempat surut, seperti akses Andir-Katapang yang mencapai ketinggian hingga 120 centimeter.

BPBD terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung untuk memberikan logistik ke wilayah yang terkena dampak bencana.

Kata dia, bencana banjir di cekungan Bandung selatan itu akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini. Hal itu menyebabkan aliran Sungai Citarum, Sungai Cisangkuy, dan Sungai Cikapundung meluap ke permukiman. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi