8 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Sukabumi


SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Persimpangan Jalan Cagak Palabuhanratu, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (15/12) sekitar pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sukabumi, insiden kecelakaan lalu lintas ini melibatkan delapan unit kendaraan bermotor, diantaranya tujuh unit mobil dan satu unit sepeda motor. Tabrakan beruntun ini berada di jalan raya yang kondisinya menurun tajam dari arah Sukabumi ke Bogor.

“Penyebab kecelakaan beruntun ini diduga dari mobil truk pengangkut galon yang melaju dari arah Sukabumi ke Bogor,” ujar Kepala Unit Kecelakaan, Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Nandang Herawan di lokasi kejadian, Sabtu (16/12) dini hari.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 1 orang mengalami luka berat, 4 orang luka-luka sedang. Para korban telah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi dan RS Kartika.

“Kami masih menyelidiki penyebab kecelakaan lalu lintas beruntun ini,” ujarnya.

Untuk sementara ini, pihaknya mengamankan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan saksi.

Delapan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas beruntun, antara lain Colt Diesel D 8321 DP (pengangkut galon air kemasan), Datsun Go berplat nomor F 1577 LF, Toyota Rush F 101 VW, Colt Diesel F 8177 UP, Truk Fuso BK 9548 MN, Suzuki Pick Up F 8038 UP, Suzuki Pick Up F 8133 UX, dan Honda Revo B 6573 URS.

Akibat kecelakaan lalu lintas ini arus lalu lintas sempat macet total, baik dari arah Bogor ke Sukabumi, begitu sebaliknya dari Sukabumi ke Bogor. Serta dari arah Palabuhanratu ke Cibadak.

Arus lalu lintas kembali lancar sekitar pukul 23:00 WIB. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close