Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Waspada Penyalahgunaan, Polisi Cegah PCC Masuk ke Banjarbaru

0
10
Obat terlarang PCC beredar di Kendari. (Foto: Istimewa)

BANJARBARU –┬áKepala Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan AKBP Kelana Jaya menegaskan pihkanya berupaya mencegah peredaran obat PCC maupun obat keras lainnya masuk ke Banjarbaru agar tidak menimbulkan dampak negatif di kota ini.

“Kami berupaya agar peredaraan obat PCC tidak sampai masuk ke Banjarbaru, dan kejadian penyalahgunaannya seperti di Kendari, Sultra tidak terjadi di sini,” ujarnya, di Banjarbaru, Sabtu (16/9).

Ia mengatakan, obat PCC atau Paracetamol Caffein Carisoprodol adalah obat keras yang berfungsi sebagai obat penenang dan efeknya bisa membuat seseorang seperti orang gila.

Dia menjelaskan, sesuai uji laboratorium yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ternyata tablet PCC mengandung carisoprodol digolongkan sebagai obat keras.

“Dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, apalagi buktinya bisa dilihat dari banyak korban berjatuhan usai mengonsumsinya, seperti di Kendari,” ujarnya lagi.

Menurut dia, langkah pencegahan peredaran dan penyalahgunaan obat PCC itu, di antaranya memerintahkan personel kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjauhi obat keras jenis itu.

“Kami sudah memerintahkan personel di lapangan agar proaktif mengimbau masyarakat menjauhi obat PCC, sehingga tidak menjadi korban usai mengonsumsi obat keras itu,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh komponen masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan obat jenis PCC maupun obat-obatan keras lainnya.

“Masyarakat harus berani melaporkan jika mengetahui adanya peredaran obat PCC maupun obat keras lainnya. Jangan sampai Banjarbaru menjadi wilayah peredaran obat berbahaya itu,” ujar dia pula.

Hasil uji laboratorium BPOM diketahui tablet PCC mengandung carisoprodol yang digolongkan sebagai obat keras dan telah dibatalkan izin edarnya sejak tahun 2013.

Obat yang mengandung zat aktif carisoprodol ternyata memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot, tetapi berlangsung singkat dan menimbulkan efek menenangkan. (Ant/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...