Warga Ternate Enggan Berlayar Karena Cuaca Ekstrem

0
19
nelayan
Nelayan enggan berlayar karena cuaca ekstrem. (foto: istimewa)

TERNATE, SERUJI.CO.ID – Sejumlah warga Ternate, Maluku Utara (Malut) enggan untuk berlayar dari Ternate ke berbagai kabupaten lainnya di Malut, menyusul cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi di sekitar laut Ternate.

“Akibat cuaca buruk, saya membatalkan berlayar ke Sofifi,” kata salah seorang PNS Pemprov Malut Zulkifli, di Ternate, Kamis (14/12).

Menurutnya, pembatalan untuk berangkat ke Sofifi karena cuaca yang tidak baik disertai angin kencang, sehingga dikhawatirkan terjadi musibah saat berlayar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Kilimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ternate meminta nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk mewaspadai cuaca buruk yang terjadi di perairan Pulau Halmahera.

Prakirawan Cuaca BMKG Kota Ternate Vianca Adjie D Putra ketika dihubungi mengimbau para nelayan dan kapal cepat berukuran kecil harus mewaspadai tinggi gelombang, terutama di perairan Ternate, Pulau Halmahera, dan Kepulauan Sula dalam sepekan terakhir.

Dia mengatakan, tinggi gelombang tersebut diakibatkan oleh adanya angin kencang dari arah timur barat laut dengan kecepatan 40-50 km/jam.

Selain itu, dirinya juga meminta agar jalur yang perlu diwaspadai terdapat pada lintasan Ternate-Bitung dan Halut-Pulau Morotai, mengingat jalur ini pada saat terjadi cuaca ekstrem akan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

Apalagi, untuk saat ini perlu diwaspadai sesuai dengan yang disampaikan oleh BMKG untuk lintasan Ternate-Bitung, karena diketahui dalam beberapa hari ini tinggi gelombang sangat mengganggu aktivitas berlayar dari Ternate tujuan Bitung maupun Bitung-Ternate.

Sebelumnya, BPBD Kota Ternate menyatakan telah mengantisipasi terjadi cuaca ekstrem dengan melakukan sosialisasi dini menghadapi bencana bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Ternate Mansur P Mahli ketika dikonfirmasi mengatakan, sosialisasi ini agar warga dapat memahami dan mengetahui deteksi dini hadapi bencana.

“Biasanya daerah rawan banjir dan longsor petugas sudah disiagakan, kalau terjadi kenaikan debit air langsung dilaporkan, petugas sudah disiapkan HT dan alarm setiap kelurahan, didukung mahasiswa geologi UGM untuk merancang alat peringatan dini deteksi longsor,” pungkasnya. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....