Warga Palangka Raya Resah Sarden Bercacing Beredar

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mengaku resah dengan peredaran sarden atau ikan makarel kaleng mengandung cacing.

“Tentu saja kami takut untuk memakan ikan kaleng yang banyak diberitakan mengandung cacing. Selain itu kami juga jijik dan jadi mikir-mikir untuk membeli ikan kaleng lagi,” kata Yuni salah satu warga Palangka Raya, Jumat (30/3).

Ibu dua anak yang mengaku sering mengonsumsi ikan kaleng tersebut juga bertanya-tanya bagaimana ada cacing di dalamnya, terlebih pengolahannya diklaim memenuhi standar dan dijamin keamanan dan kebersihannya.

Nur Anadia, warga Palangka Raya lainnya juga mengaku kaget dengan adanya temuan 27 merek ikan makarel kaleng mengandung cacing.

“Sangat kaget lah. Informasinya 27 merek itu sudah diminta ditarik dari peredaran. Namun saya masih melihat ada produk ikan makarel kaleng beredar di sejumlah toko modern dan pedagang tradisional,” kata wanita 35 tahun ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Sertifikasi Layanan Informasi Konsumen (Serlik) BPOM Kalimantan Tengah yang bertempat di Palangka Raya, Gusti Tamjidillah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan penarikan ikan makarel kaleng.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang ada di Kalteng guna menindak lanjuti masalah tersebut,” katanya.

Sampai dengan 28 Maret 2018, BPOM RI telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek.

Hasil pengujian menunjukkan 27 merek dengan 138 kode produksi (bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor. Diketahui bahwa produk dalam negeri bahan bakunya juga berasal dari impor.

Berdasarkan pantauan, saat ini sejumlah pedagang baik pengelola toko retail modern hingga pedagang tradisional masih menjajakan ikan makarel kaleng yang diduga mengandung cacing. Pedagang mengaku belum ada instruksi atau surat resmi dari BPOM yang menyatakan penarikan peredaran produk makanan tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER