Warga Palangka Raya Resah Sarden Bercacing Beredar

0
94
Sarden mengandung cacing

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mengaku resah dengan peredaran sarden atau ikan makarel kaleng mengandung cacing.

“Tentu saja kami takut untuk memakan ikan kaleng yang banyak diberitakan mengandung cacing. Selain itu kami juga jijik dan jadi mikir-mikir untuk membeli ikan kaleng lagi,” kata Yuni salah satu warga Palangka Raya, Jumat (30/3).

Ibu dua anak yang mengaku sering mengonsumsi ikan kaleng tersebut juga bertanya-tanya bagaimana ada cacing di dalamnya, terlebih pengolahannya diklaim memenuhi standar dan dijamin keamanan dan kebersihannya.

Nur Anadia, warga Palangka Raya lainnya juga mengaku kaget dengan adanya temuan 27 merek ikan makarel kaleng mengandung cacing.

“Sangat kaget lah. Informasinya 27 merek itu sudah diminta ditarik dari peredaran. Namun saya masih melihat ada produk ikan makarel kaleng beredar di sejumlah toko modern dan pedagang tradisional,” kata wanita 35 tahun ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Sertifikasi Layanan Informasi Konsumen (Serlik) BPOM Kalimantan Tengah yang bertempat di Palangka Raya, Gusti Tamjidillah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan penarikan ikan makarel kaleng.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang ada di Kalteng guna menindak lanjuti masalah tersebut,” katanya.

Sampai dengan 28 Maret 2018, BPOM RI telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek.

Hasil pengujian menunjukkan 27 merek dengan 138 kode produksi (bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor. Diketahui bahwa produk dalam negeri bahan bakunya juga berasal dari impor.

Berdasarkan pantauan, saat ini sejumlah pedagang baik pengelola toko retail modern hingga pedagang tradisional masih menjajakan ikan makarel kaleng yang diduga mengandung cacing. Pedagang mengaku belum ada instruksi atau surat resmi dari BPOM yang menyatakan penarikan peredaran produk makanan tersebut. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...