Warga Kibarkan Merah Putih atas Pengukuhan TGKH Zainuddin Sebagai Pahlawan


MATARAM, SERUJI.CO.ID – Warga kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengibarkan bendera merah putih berukuran 7×14 meter sebagai rasa syukur dan apresiasi atas pengukuhan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Pengibaran bendera merah putih ini, dilakukan di menara Asmaul Husna atau menara 99 meter di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, kota Mataram, NTB, Kamis (9/11).

“Kegiatan ini murni di-inisiasi masyarakat atas dikukuhkannya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid menjadi pahlawan nasional oleh Presiden,” kata Safwam, salah satu penggagas kegiatan.

Selain pengibaran bendera merah putih di menara 99 meter, ratusan warga yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan melantunkan takbir di areal masjid terbesar di NTB tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah poster bergambar TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid atau dikenal dengan sebutan Maulanasyekh juga terpampang di areal masjid.

“Pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini sebagai sujud sukur kita terhadap penetapan Maulanasyekh jadi pahlawan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, imam Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, H Sohib mengaku bersyukur atas penetapan ulama kharismatik di NTB itu menjadi pahlawan nasional. Karena, selama ini belum ada satu pun tokoh NTB yang ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

“Beliau (Maulanasyekh, red) itu adalah tokoh pendidikan NTB. Banyak sudah sekolah-sekolah berdiri di daerah ini karena perjuangan dan sumbangsih beliau kepada masyarakat,” sebutnya.

Untuk itu, dirinya berharap generasi muda dan seluruh masyarakat NTB dapat mencontoh atas semua yang telah dilakukan TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid untuk daerahnya, NTB.

“Sosok beliau ini harus ditiru dan contoh oleh warga NTB,” katanya.

Presiden Jokowi menetapkan empat nama Pahlawan Nasional baru di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (9/11). Perwakilan ahli waris dari keempat tokoh heroik itu menerima plakat Pahlawan Nasional dari Jokowi.

Keempat Pahlawan Nasional baru itu adalah Laksamana Malahayati dari Aceh, Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta.

Penetapan keempat tokoh ini sesuai dengan Kepres No 115/TK/Tahun 2017. Surat keputusan ditandatangani Jokowi pada 6 November 2017 (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close