Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kutai Kartanegara Kerjasama dengan Tanoto Foundation

0
43
  • 12
    Shares
Drs. Edi Darmansyah, MSi, selaku PLT Bupati Kutai Kartanegara menandatangani MoU kerjasama Program Pelita Pendidikan dengan Tanoto Foundation disaksikan oleh Direktur Program Pelita Pendidikan, Stuart Weston, dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Hifsi G Fachrannas, Kamis (2/8/2018). (foto:Humas Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, SERUJI.CO.ID – Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kutai Kartanegra, Kalimantan Timur, pemerintah setempak menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Tanoto Foundation.

Kerjasama diwujudkan dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Kutai Kartanegara dengan Tanoto Foundation, yang bertempat di Pendopo Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (2/8).

Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Bupati Kutai Kartanegara, Edi Darmansyah dan Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Stuart Weston.

Loading...

Pemkab Kutai Kartanegara yang menyambut baik program ini, dan berharap akan terjadi banyak perubahan pada mutu guru dan kepala sekolah setelah program berjalan.

“Kami sangat siap mengawal program ini. Program yang dikerjasamakan memang sangat sesuai dengan kebutuhan daerah ini,” kata Edi Darmansyah saat menyampaikan sambutan pada penandatanganan MoU di Pendopo Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (2/8).

Skema awal kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun yaitu mulai tahun 2018 sampai 31 Desember 2020.

Tanoto Foundation akan melatih kepala sekolah dan guru-guru di 24 sekolah terpilih untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengimplementasikan pembelajaran aktif, manajemen sekolah, dan budaya baca.

Di 24 sekolah yang terpilih tersebut, terdiri dari 12 SD, 4 MI, 6 SMP, dan 2 MTs yang berada di dua kecamatan yaitu Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

“Sebelum program dimulai, sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan asesmen kemampuan membaca dan matematika. Untuk siswa SD dan MI, terutama siswa kelas awal, akan diuji kemampuan literasinya dengan menggunakan instrumen standar internasional EGRA (early grade reading assessment) dan EGMA (early grade mathematic assesment),” ujar Stuart Weston menjelaskan kepada Plt. Bupati dan para undangan yang hadir.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU