Tingkatkan Mutu dan Kompetensi, Kemenkes Kirim Dokter Internship ke Biak

BIAK, SERUJI.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menempatkan dokter internship di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, namun jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 21 orang dari sebelumnya 18 orang.

Pelaksana tugas Direktur RSUD Biak Numfor dr Ricard Ricardo Mayor MKes ketika dihubungi di Biak, Jumat (16/2), mengatakan penambahan dokter internship di RSUD Biak sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Program dokter internship merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemenkes sebagai proses pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, dan mandiri.

“Program dokter internship menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan,” ujar Ricado.

Ia menyebut sebanyak 21 dokter internship itu dijadwalkan tiba di Biak Numfor pada 17 Februari 2018.

Para dokter bantuan Kemenkes itu akan mengabdi selama satu tahun.

Pada 2018, Kementerian Kesehatan akan mengirim sebanyak 3.060 tenaga dokter program internship di 34 provinsi di Indonesia.

Untuk Provinsi Papua dilaporkan sebanyak 42 orang, dengan rincian RSUD Biak 21 orang, RSUD Wamena 12 orang, RSUD Keerom empat orang, serta Rumah Dakit Angkatan Laut (Rumkital) DR Soerdijo Sardadi sebanyak lima orang.

Program internship yang diikuti oleh para dokter yang berstatus magang tersebut memang diwajibkan oleh World Federation of Medical Education, lembaga pendidikan dokter yang berada di bawah World Health Organization (WHO).

Dalam kurikulum pendidikan dokter berbasis kompetensi, masa pendidikan dokter dipersingkat menjadi 5,5 tahun, sehingga program internship ini dianggap perlu sebagai pemahiran dokter muda.

Program internship yang dimulai sejak 2003 diinisiasi dan dikembangkan oleh Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan Kolegium Dokter Indonesia.

Program internship ini dikelola oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) yang mana terdiri dari Kementerian Kesehatan, PB IDI, Kolegium Dokter Indonesia, ARSADA, dan AIPKI.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki perwakilan KIDI yang bertugas memantau pelaksanaan program internship tersebut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER