Tim Satgas Pangan Pantau HET Beras

AMBON, SERUJI.CO.ID – Tim Satuan Tugas Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memantau harga eceran tertinggi (HET) beras di Kota Ambon, Maluku.

“Tim Satgas Pangan melakukan pengawasan HET beras di distributor, pedagang dan swalayan di Kota Ambon untuk memastikan harga beras sesuai dengan ketentuan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Ambon Rina Silooy di Ambon, Rabu (23/1).

Menurut dia, awal 2018 harga beras di Ambon khususnya untuk merek tertentu mengalami kenaikan terutama untuk kemasan lima kilogram.

“Harga beras ukuran kemasan lima kilogram lebih dari HET yang telah ditetapkan, hasil pengawasan kenaikan dikarenakan harga kemasan dan ongkos sehingga lebih meningkat dari harga ukuran 10 dan 25 kilogram,” katanya.

Rina mengakui, kenaikan harga beras terjadi untuk merek bulir mas dan tawon sedangkan merek lainnya tidak mengalami kenaikan harga.

“Hasil pengawasan menurut para pedagang dan distributor masih dalam harga yang wajar, karena peningkatannya dari daerah sentra produksi sehingga tidak terlalu berpengaruh ke masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, jika dikaitkan dengan Permendag Nomor 57 tahun 2017 tentang HET Beras, kenaikan tersebut lebih dari HET karena dalam aturan telah ditetapkan harga beras premium Rp13.600 per kg.

“HET beras premium Rp13.600 tetapi yang dijumpai di pedagang beras merek bulir mas Rp14 ribu petr kg di pasaran, hasil koordinasi dengan distributor kenaikan harga tersebut dari pusat sentra produksi karena beberapa faktor, diantaranya keterlambatan panen dan cuaca,” tandasnya.

Penetapan HET beras untuk provinsi Maluku jenis beras medium pada harga Rp10.250 dan beras premium Rp13.600 per kg.

Penetapan HET beras medium dan premium juga ditentukan dari pengukuran kadar air, dan pengujian butir beras yang telah dilakukan oleh Perum Bulog Maluku.

Pengukuran kadar air dan pengujian beras menggunakan alat karena proses ini memiliki manfaat yang besar dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam hal peningkatan kualitas.

“Selama ini penjualan beras dengan sistem karung tidak bisa kita bedakan jenisnya apakah medium atau premium sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pengukuran kadar air untuk mengetahui jenis beras dengan pasti,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Krisis Akal Budi

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER