Tiga Desa Bermasalah di Ambon Terima Dana Desa

AMBON, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Rulien Purmiasa menyatakan, tiga desa bermasalah di Ambon menerima Dana Desa tahun 2018.

“Tiga desa di Ambon yakni Naku, Kilang dan Urimesing telah menerima kucuran dana desa tahap pertama tahun 2018. Walaupun tiga desa dalam proses audit oleh inspektorat, tetapi tetap menerima anggaran dana desa,” katanya di Ambon, Kamis (17/5).

Ia mengatakan, proses hukum tetap berjalan tetapi anggaran dari pemerintah tetap harus disalurkan.

Proses pencairan dana desa yang dilakukan pemerintah pusat dilakukan dalam dua tahap yakni 60 persen dan 40 persen.

“Syaratnya juga jelas jika desa yang akan menerima anggaran tahap dua maka persyaratan administrasi pada pencairan tahap pertama wajib dilengkapi dulu baru dilakukan pencairan tahap kedua,” ujarnya.

Rulien mengakui, pencairan dana desa tahap pertama tidak menggunakan laporan pertanggung jawaban (LPJ). LPJ disampaikan sesuai kondisi faktual desa atau negeri, karena itu proses hukum bukan alasan tidak menyerahkan LPJ.

“Proses pencairan anggaran dana desa dilakukan dalam dua tahap dimana tahap awal 60% dan tahap dua 40%. Kita berharap setelah menerima alokasi tahap satu segara membuat LPJ agar dapat menerima tahap kedua,” katanya.

Ambon lanjutnya, merupakan satu dari dua kota di Indonesia yang gagal menyerap anggaran dana desa tahun 2017 sebesar 40 persen dari pemerintah pusat.

Tahun 2017 anggaran dana desa dari pemerintah pusat tidak dapat diterima 100 persen karena ada sejumlah desa dan negeri di Ambon yang bermasalah dengan persyaratan administrasi.

Ditambahkannya, anggaran Dana Desa Kota Ambon tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar Rp30 Miliar jumlah tersebut meningkat dari tahun 2017 sebesar Rp28,4 miliar.

“Kita berharap ada kerjasama yang baik dengan para aparatur desa dan negeri sehingga kesalahan di tahun 2017 tidak terulang, dan dipastikan 30 desa dan negeri di Ambon menerima dana desa,” tandasnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER