Tidak Sesuai Perda, Minimarket di 4 Kecamatan Gianyar Lebihi Kuota

GIANYAR, SERUJI.CO.ID – Kehadiran minimarket atau toko modern di empat kecamatan Kabupaten Gianyar, Bali telah melebihi kuota yang telah ditetapkan dalam Perda (Peraturan Daerah), bahkan banyak minimarket yang tidak berizin atau tanpa memiliki izin operasi.

“Empat kecamatan yang telah memiliki minimarket di atas kuota ialah Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, Gianyar, dan Ubud. Sementara tiga kecamatan lainnya seperti Payangan dan Tegalalang masih di bawah kuota, dan hanya Tampak Siring yang sesuai kuota,” kata Kadis Perindag Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba, Kamis (1/2).

Menurut Perda Gianyar, kuota minimarket di Kecamatan Sukawati itu 19 toko, kenyataannya telah memiliki 43 minimarket, 17 minimarket belum punya izin dan 26 berizin, kemudian kuota minimarket di Kecamatan Gianyar 15 toko, namun realisasinya beroperasi 22 toko modern, dimana 13 sudah mengantongi izin, dan sembilan belum mendapatkan izin.

Kemudian Kecamatan Ubud, kuota minimarketnya 12 toko tapi kini telah hadir 56 minimarket, dimana 44 toko sudah mengantongi izin, dan 12 belum ada izinnya. Kuota minimarket kecamatan Blahbatuh 11 toko, kenyataannya telah hadir 19 toko, dimana 13 minimarket sudah punya izin, sedangkan enam belum memiliki izin.

Sementara tiga kecamatan masih di bawah kuota, lanjut I Wayan Suamba, yakni Tegalalang dan Payangan. Kuota minimarket kecamatan Tegalalang delapan toko modern, namun kini hanya ada empat toko, dimana dua toko modern telah punya izin, sedangkan dua toko lainnya belum berizin.

“Kuota mini di Kecamatan Payangan adalah tujuh toko modern, tapi hingga kini masih tiga minimarket yang telah beroperasi dan ketiganya belum mengantongi izin,” kata Kadis Perindag Gianyar itu.

Terakhir Kecamatan Tampak Siring yang mendapatkan kuota tujuh minimarket, dan telah beroperasi tujuh minimarket, dimana dua minimarket telah memiliki izin, sementara lima minimarket belum punya izin.

Pemkab Gianyar mengatur kehadiran minimarket karena memang kebutuhan dan masyarakat mengenai pasar yang bersih, nyaman dan berkualitas serta mengikuti perkembangan masa kini. Namun kehadiran minimarket atau toko modern jangan sampai mematikan pasar rakyat atau pasar desa, dan toko kelontong milik rakyat kecil.

“Berdasarkan hasil kajian universitas Udayana (Unud) tahun 2013, idelanya setiap kabupaten memiliki 79 minimarket atau toko modern. Selain itu, DPRD Gianyar juga konsep dengan sepak terjang minimarket atau toko modern berjaringan yang dinilai telah makin merebak dan mengancam pasar rakyat dan usaha toko kelontong rakyat kecil, makanya kami keluarkan Perda yang mengatur kuota minimarket di tiap kecamatan,” kata I Wayan Suamba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Najmul Akhyar

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close