Teror Separatis Papua Berlanjut, Pos dan Mobil Ditembaki di Tembagapura

0
150
Kendaraan Freeport yang ditembaki beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang disebut polisi dengan istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror dengan menembak Pos Palapa 239 dan satu unit mobil milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua.

“Penembakan tersebut terjadi pada Kamis (16/11) kemarin, di dua tempat yang berbeda di area konsesi PT Freeport Indonesia pada waktu yang berdekatan,” kata Kamal di Timika, Jumat (17/11).

Penembakan pertama terjadi sekitar pukul 15.08 WIT terhadap pos Palapa 239. Penembakan tersebut terjadi di belakang pos dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tak lama berselang sekitar pukul 15.45 WIT terjadi lagi penembakan. Kali ini tentara deparatis dari OPM tersebut menyasar satu unit mobil LWB milik PT Freeport Indonesia dengan nomor lambung 014726.

Loading...

Sebelumnya, mobil milik PT. Freeport dengan nomor lambung 014726 melakukan patroli dari arah mile 68 dengan tujuan mile 66. Setelah melintas di tikungan mile 67, mobil tersebut ditembaki dari arah sebelah kanan jalan sebanyak lima kali. Tembakan tersebut mengenai kaca tengah dan tembus ke sebelah kiri mobil yang saat itu berisi empat orang salah satunya adalah karyawan warga negara asing.

Keempat penumpang tersebut antara lain Braet yang merupakan warga negara asing, sopir Soni Manurung dan dua anggota Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (OVN) atas nama Bripda Faruk dan Bripda Raditia.

Penembakan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Semua penumpang termasuk seorang karyawan warga negara asing selamat dalam insiden itu.

Ahmad mengatakan saat penembakan, kondisi cuaca di Tembagapura tidak bersahabat, hujan deras disertai kabut yang menghalangi pandangan mata. Jarak pandang menurut Ahmad hanya berjarak sekitar 30 meter.

Kondisi tersebut, menurut Ahmad, sangat tidak menguntungkan baik untuk pihak TNI dan Polri maupun juga bagi KKB. Sementara itu hingga Jumat (17/11) aparat keamanan masih mengejar pelaku penembakan. (Ant/Efka/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU