Teror Separatis Papua Berlanjut, Pos dan Mobil Ditembaki di Tembagapura

0
135
Kendaraan Freeport yang ditembaki beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang disebut polisi dengan istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror dengan menembak Pos Palapa 239 dan satu unit mobil milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua.

“Penembakan tersebut terjadi pada Kamis (16/11) kemarin, di dua tempat yang berbeda di area konsesi PT Freeport Indonesia pada waktu yang berdekatan,” kata Kamal di Timika, Jumat (17/11).

Penembakan pertama terjadi sekitar pukul 15.08 WIT terhadap pos Palapa 239. Penembakan tersebut terjadi di belakang pos dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tak lama berselang sekitar pukul 15.45 WIT terjadi lagi penembakan. Kali ini tentara deparatis dari OPM tersebut menyasar satu unit mobil LWB milik PT Freeport Indonesia dengan nomor lambung 014726.

Sebelumnya, mobil milik PT. Freeport dengan nomor lambung 014726 melakukan patroli dari arah mile 68 dengan tujuan mile 66. Setelah melintas di tikungan mile 67, mobil tersebut ditembaki dari arah sebelah kanan jalan sebanyak lima kali. Tembakan tersebut mengenai kaca tengah dan tembus ke sebelah kiri mobil yang saat itu berisi empat orang salah satunya adalah karyawan warga negara asing.

Keempat penumpang tersebut antara lain Braet yang merupakan warga negara asing, sopir Soni Manurung dan dua anggota Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (OVN) atas nama Bripda Faruk dan Bripda Raditia.

Penembakan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Semua penumpang termasuk seorang karyawan warga negara asing selamat dalam insiden itu.

Ahmad mengatakan saat penembakan, kondisi cuaca di Tembagapura tidak bersahabat, hujan deras disertai kabut yang menghalangi pandangan mata. Jarak pandang menurut Ahmad hanya berjarak sekitar 30 meter.

Kondisi tersebut, menurut Ahmad, sangat tidak menguntungkan baik untuk pihak TNI dan Polri maupun juga bagi KKB. Sementara itu hingga Jumat (17/11) aparat keamanan masih mengejar pelaku penembakan. (Ant/Efka/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Meski Dikalahkan Uruguay, Pelatih: Arab Saudi Tampil Lebih Baik

RUSIA, SERUJI.CO.ID - Arab Saudi akan tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah 1-0 dari Uruguay, tetapi pelatih Juan Antonio Pizzi mengatakan timnya telah memulihkan martabat...

Putin Apresiasi Penampilan Timnas Rusia di Piala Dunia

MOSKOW, SERUJI.CO.ID -  Tim tuan rumah memastikan melaju ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak keruntuhan Uni Soviet, Piala Dunia Rusia akan lebih baik...
Neymar

Pulih dari Cedera, Neymar Kembali Latihan

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Pemain depan Brazil Neymar kembali berlatih normal pada Rabu (20/6) waktu setempat, sehari setelah istirahat di sesi latihan Selasa (19/6) karena merasa...

Ini Tanggapan Pelatih Peru Terkait Teknologi VAR di Piala Dunia

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Pelatih Peru Ricardo Gareca mengatakan pada Rabu (20/6) bahwa kesalahan manusia merupakan salah satu daya tarik pertandingan sepak bola dan bahwa sistem...

Kalahkan Iran, Spanyol Berpeluang Lolos Babak 16 Besar

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Tim nasional Spanyol sukses menaklukkan Iran dengan skor 1-0 di laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Rusia,...