Terjadi di Mimika, Anggota DPRD Unjuk Rasa Blokade Jalan dan Bakar Ban

4
144
ilustrasi.

MIMIKA – Belasan anggota DPRD terpilih di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, melakukan aksi bakar ban dan blokade jalan di depan kantor DPRD setempat yang terletak di Jalan Cenderawasih Timika, Sabtu (12/8).

Anggota DPRD terpilih berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten Mimika pada 18 April 2017, Saleh Alhamid mengatakan aksi tersebut merupakan aksi spontan anggota DPRD terpilih untuk mendesak Gubernur Papua Lukas Enembe mengaktifkan kembali 35 anggota DPRD terpilih.

“Ini aksi spontan untuk mendesak Gubernur Papua Lukas Enembe hari ini juga mengaktifkan kembali 35 anggota DPRD Mimika, jika tidak maka aksi yang sama akan kami gelar setiap hari sampai DPRD diaktifkan kembali,” kata Saleh.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah tahapan telah dilalui hingga penetapan keanggotaan yang kedua kalinya oleh KPU Mimika.

Bahkan menurut Saleh, Menteri Dalam Negeri telah menyurati Gubernur Papua untuk mengaktifkan kembali DPRD Mimika namun hingga kini belum juga dilakukan Gubernur Lukas Enembe.

Aksi tersebut juga diwarnai dengan pembakaran jas, safari sejumlah anggota DPRD sebagai simbol ketidak percayaan terhadap Bupati Mimika dan Gubernur Papua.

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa yang tiba di lokasi aksi meminta blokde dibuka.

Namun permintaan itu tidak diindahkan, anggota DPRD meminta menghadirkan Gubernur Papua dan Bupati Mimika baru akan dibuka.

Markus Timang, yang juga sebagai anggota DPRD terpilih mengatakan pemerintahan dapat berjalan baik jika jika eksekutif, legislatif dan yudikatif dapat bekerja sama namun tidak terjadi di Kabupaten Mimika.

Wakapolres akhirnya memerintahkan Polantas untuk mengalihkan lalulintas dari Timika menuju SP2 dan SP3 atau sebaliknya melalui jalan alternatif.

Hingga berita ini diturunkan, aksi blokade jalan dan pembakaran ban bekas masih berlanjut.

Mereka juga merencanakan mendirikan tenda di depan Kantor DPRD hingga mereka diaktifkan oleh Gubernur Papua.

(Ant/Hrn)

BAGIKAN
loading...

4 KOMENTAR

  1. negeri ini memang sedang dibolak balik.
    yang jahat tetap bebas, yang melapor malah ditangkap.
    yang seharusnya demo malah diam, yang tidak seharusnya demo malah demo.

  2. mengapa yaaa…. anggota dewan yang seharusnya memberi contoh yang baik (melalui jalur hukum ) ini malah mengajari warga yang ndak benar(bakar ban dan blokade jalan.)……wah ini jangan jangan sebagian besar anggota dewannya “orang Muslim” dan Penentang ahaok dulu.

  3. Walah..walaaaahhh…ck..ck..saya memang bodoh. Tapi melihat anggota DPRD demo..? Mereka kan punya saluran, kok demo ? Kalau masyarakat biasa yg demo wajar karena saluran tertutup, tapi anggota dewan..? Auk ah..gelap…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...