Tercemar Limbah Solar, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

0
247
sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

MALINAU, SERUJI.CO.ID – Program ketahanan pangan dan perluasan sawah Kementerian Pertanian di desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, diperkirakan gagal panen akibat tercemar limbah bahan bakar minyak (solar) perusahan tambang PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS).

Kejadian pencemaran limbah solar tersebut sejak Selasa (7/11) minggu lalu. Bermula dari keheranan masyarakat melihat keberadaan tanaman padi mereka menguning. Dan tercium aroma solar. Setelah ditelusuri ternyata limbah solar tersebut berasal dari PT. MA.

Baru Senin (13/11) masyarakat mendatangi perusahaan tambang tersebut. Kemudian untuk memperjelas permasalahan pencemaran, pada sore harinya masyarakat mengundang pihak perusahaan ke lapangan, untuk memastikan lahan persawahan yang tercemar.

“Padi yang kami tanam saat ini betul-betul menggunakan modal pribadi kami bukan bantuan pemerintah. Hanya lahan saja yang digarap TNI dan Pemerintah, Jadi bisa dihitung berapa kerugian kami saat ini,” kata Wahid, petani yang juga ketua RT 9 kepada SERUJI.

Akibat dampak pencemaran solar ini, lebih kurang 20 hektar lahan tidak dapat produksi.

“Jelas kami petani disini sangat dirugikam dan jelas gagal panen. Akibat tercemar solar ini sudah pasti satu sampai dua tahun lahan kami tidak bisa di garap,” ungkap Wahid kesal.

sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

Sementara pihak perusahaan sampai berita ini diterbitkan tidak mau berkomentar berkaitan pencemaran solar. Namun perusahaan mengakui bahwa solar yang mencemari persawahan masyarakat berasal dari stok file perusahaan PT. MA dan PT. BDMS.

Jelang pulang, Humas PT. MA, Dadung menjelaskan kepada masyarakat bahwa perusahaan meminta masyarakat bersabar, akan ada ganti rugi semua lahan yang tercemar.

“Perusahaan akan lakukan pertemuan dengan dinas pertanian guna membahas perhitungan kerugian petani,” pungkas Dadung. (Shd/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...