Tercemar Limbah Solar, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

0
318
sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

MALINAU, SERUJI.CO.ID – Program ketahanan pangan dan perluasan sawah Kementerian Pertanian di desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, diperkirakan gagal panen akibat tercemar limbah bahan bakar minyak (solar) perusahan tambang PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS).

Kejadian pencemaran limbah solar tersebut sejak Selasa (7/11) minggu lalu. Bermula dari keheranan masyarakat melihat keberadaan tanaman padi mereka menguning. Dan tercium aroma solar. Setelah ditelusuri ternyata limbah solar tersebut berasal dari PT. MA.

Baru Senin (13/11) masyarakat mendatangi perusahaan tambang tersebut. Kemudian untuk memperjelas permasalahan pencemaran, pada sore harinya masyarakat mengundang pihak perusahaan ke lapangan, untuk memastikan lahan persawahan yang tercemar.

“Padi yang kami tanam saat ini betul-betul menggunakan modal pribadi kami bukan bantuan pemerintah. Hanya lahan saja yang digarap TNI dan Pemerintah, Jadi bisa dihitung berapa kerugian kami saat ini,” kata Wahid, petani yang juga ketua RT 9 kepada SERUJI.

Akibat dampak pencemaran solar ini, lebih kurang 20 hektar lahan tidak dapat produksi.

“Jelas kami petani disini sangat dirugikam dan jelas gagal panen. Akibat tercemar solar ini sudah pasti satu sampai dua tahun lahan kami tidak bisa di garap,” ungkap Wahid kesal.

sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

Sementara pihak perusahaan sampai berita ini diterbitkan tidak mau berkomentar berkaitan pencemaran solar. Namun perusahaan mengakui bahwa solar yang mencemari persawahan masyarakat berasal dari stok file perusahaan PT. MA dan PT. BDMS.

Jelang pulang, Humas PT. MA, Dadung menjelaskan kepada masyarakat bahwa perusahaan meminta masyarakat bersabar, akan ada ganti rugi semua lahan yang tercemar.

“Perusahaan akan lakukan pertemuan dengan dinas pertanian guna membahas perhitungan kerugian petani,” pungkas Dadung. (Shd/Hrn)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...