Tercemar Limbah Solar, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

0
408
sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

MALINAU, SERUJI.CO.ID – Program ketahanan pangan dan perluasan sawah Kementerian Pertanian di desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, diperkirakan gagal panen akibat tercemar limbah bahan bakar minyak (solar) perusahan tambang PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS).

Kejadian pencemaran limbah solar tersebut sejak Selasa (7/11) minggu lalu. Bermula dari keheranan masyarakat melihat keberadaan tanaman padi mereka menguning. Dan tercium aroma solar. Setelah ditelusuri ternyata limbah solar tersebut berasal dari PT. MA.

Baru Senin (13/11) masyarakat mendatangi perusahaan tambang tersebut. Kemudian untuk memperjelas permasalahan pencemaran, pada sore harinya masyarakat mengundang pihak perusahaan ke lapangan, untuk memastikan lahan persawahan yang tercemar.

“Padi yang kami tanam saat ini betul-betul menggunakan modal pribadi kami bukan bantuan pemerintah. Hanya lahan saja yang digarap TNI dan Pemerintah, Jadi bisa dihitung berapa kerugian kami saat ini,” kata Wahid, petani yang juga ketua RT 9 kepada SERUJI.

Akibat dampak pencemaran solar ini, lebih kurang 20 hektar lahan tidak dapat produksi.

“Jelas kami petani disini sangat dirugikam dan jelas gagal panen. Akibat tercemar solar ini sudah pasti satu sampai dua tahun lahan kami tidak bisa di garap,” ungkap Wahid kesal.

sawah tercemar
Petani dan pihak perusahaan meninjau lahan sawah yang tercemar solar PT. MA dan PT. BDMA.

Sementara pihak perusahaan sampai berita ini diterbitkan tidak mau berkomentar berkaitan pencemaran solar. Namun perusahaan mengakui bahwa solar yang mencemari persawahan masyarakat berasal dari stok file perusahaan PT. MA dan PT. BDMS.

Jelang pulang, Humas PT. MA, Dadung menjelaskan kepada masyarakat bahwa perusahaan meminta masyarakat bersabar, akan ada ganti rugi semua lahan yang tercemar.

“Perusahaan akan lakukan pertemuan dengan dinas pertanian guna membahas perhitungan kerugian petani,” pungkas Dadung. (Shd/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...