Tak Punya Rumah, Warga Seruyan Terpaksa Tinggal di Kandang Ayam

1
129
Kandang ayam

KUALA PEMBUANG, SERUJI.CO.ID – Nuryana (35), warga Sungai Mitak Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah terpaksa tinggal di bekas kandang ayam karena tidak punya rumah.

Nuryana (35) saat dikunjungi di kediaman di Desa Persil Raya, Ahad (1/4), mengaku sudah kurang lebih tiga tahun tinggal di gubuk bekas kandang ayam milik keluarganya.

“Sudah kurang lebih tiga tahun saya tinggal di tempat ini,” ucapnya saat ditemui di gubuk bekas kandang ayam berukuran 2×3 meter tersebut tinggal bersama anak perempuannya Halimah (15), yang saat ini duduk di bangku kelas tiga SMP.

Meski ukurannya sangat sempit, namun di situ menjadi tempat Nuryana memasak dan anaknya belajar mengerjakan PR sekolah. Panci, kompor, baju hingga buku pelajaran menyatu menjadi satu.

Sedang untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), Nuryana beserta anaknya memanfaatkan Sungai Seruyan yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal.

Nuryana menceritakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia melakukan pekerjaan yang tidak menentu. Terkadang mengambil upah menanam padi hingga mencarikan sayur untuk orang.

“Penghasilan tidak menentu paling banyak Rp30 ribu sehari, itu sudah besar,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku masih merasa beruntung karena tidak dibebankan biaya apa pun untuk bisa tinggal di gubuk tidak layak huni tersebut. Kecuali biaya penerangan satu buah lampu yang dibayar semampunya.

Dengan kondisi serba sulit, Nuryana juga mengaku tidak terlalu berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia hanya fokus bekerja apa saja untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari serta keperluan sekolah anaknya.

“Saya hanya berusaha, karena setiap hari anak saya juga perlu uang jajan di sekolah,” katanya.

Sementara, seorang kerabat Nuryana, Misba mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Nuryana beserta anaknya.

Ia mengakui, bekas kadang ayam miliknya yang didiami Nuryana tersebut memang tidak layak huni. Namun, kadang ayam itu sudah beberapa kali diperbaiki karena hanya ditopang oleh tiang dari kayu seadanya. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU