Sepanjang 2017, BNN Mimika Tangani 5 Kasus Kepemilikan Narkoba

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, sepanjang 2017 menangani lima kasus kepemilikan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Pelaksana Tugas Kepala BNN Mimika Komisaris Polisi Mursaling di Timika, Sabtu (30/12), mengatakan jumlah pengungkapan kasus kepemilikan narkoba melebihi target yang ditetapkan.

“Tahun ini kami diberikan target mampu mengungkap empat kasus kepemilikan narkoba. Namun hingga akhir 2017, kasus yang mampu kami ungkap sebanyak lima kasus, terbanyak yaitu kasus kepemilikan sabu-sabu,” ujar Mursaling.

Ia mengatakan dari lima kasus kepemilikan narkoba yang ditangani BNN Mimika itu, satu kasus dalam proses penyelidikan, sementara empat kasus lainnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Timika untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun total barang bukti narkoba yang diamankan oleh BNN Mimika sebanyak 56 gram sabu.

Sejauh ini BNN Mimika belum menangani kasus kepemilikan narkoba jenis lain seperti ganja dan obat-obatan yang dilarang beredar terutama obat jenis G.

Pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis ganja dan obat jenis G tersebut ditangani oleh Satuan Narkoba Polres Mimika.

Meski demikian, pihak BNN Mimika terus berkoordinasi dengan jajaran terkait terutama Satuan Narkoba Polres Mimika agar bisa mengungkap semua kasus peredaran gelap narkoba di daerah itu.

BNN Mimika juga meminta dukungan dan peran aktif masyarakat setempat untuk bersama-sama memberantas peredaran gelap narkoba yang kini mulai mengancam kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kota Timika dan sekitarnya.

“Pemberantasan narkoba di Mimika tidak hanya mengandalkan polisi atau BNN, tapi membutuhkan peran serta semua pihak. Kalau mengetahui informasi adanya transaksi narkoba, segera menghubungi aparat berwenang agar bisa diproses lebih lanjut. Narkoba sangat merusak masa depan generasi bangsa, sehingga diperlukan upaya bersama semua lapisan masyarakat untuk menanggulanginya,” ujar Mursaling. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER