Ribuan Perusahaan Sulut Belum Terdaftar BPJS-TK

0
55
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan

MANADO, SERUJI.CO.ID – Ribuan perusahaan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) belum terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Sulut Erny Tumundo, Selasa (12/12) mengatakan hingga saat ini masih ada sekitar 1.700 perusahaan dan badan usaha yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Sulut.

Dia mengatakan masih banyak pemberi kerja yang belum mendaftarkan pekerja atau karyawan di BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari catatan kami masih ada sekitar 1.700-an perusahaan dan juga badan yang belum tercover perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Tumundo.

Seharusnya, kata dia, sejumlah perusahaan tersebut harus mengikutsertakan para pekerjanya dalam BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan, karena telah diamanatkan undang-undang.

“Jadi pada Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 pada pasal 14 bunyinya setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, wajib menjadi Peserta program Jaminan Sosial. Karena itu bagi perusahaan ini sifatnya wajib,” jelasnya.

Karena itu, katanya, kedepannya pihaknya akan memperluas sosialisasi kepada perusahaan dan pekerja terkait pentingnya tergabung dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi di 2018 kami akan dorong semua perusahaan untuk melindungi pekerjanya lewat BPJS, dengan memperbanyak sosialisasi dan kegiatan serta kegiatan yang dilaksanakan Disnaker. Sebab hal ini juga telah diperkuat Peraturan Gubernur Sulut Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial,” paparnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulut Asri Basir mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Disnaker untuk menjaring perusahaan yang belum mendaftarkan pesertanya. Salah satunya dengan memberi surat pada pemberi kerja.

“Di Manado sendiri kami sudah mengeluarkan sekitar 2.000-an surat yang disebar di setiap toko-toko. Tapi kebanyakan jika diundang yang datang hanya perwakilan saja sehingga informasi tidak sampai hingga ke pimpinan,” katanya.

Disisi lain, katanya, terkait pemahaman informasi para pemberi kerja di Manado pada dasarnya sudah mengetahui tentang pentingnya program BPJS. Hanya saja lanjutnya banyak yang tak menghiraukan hal itu.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...