Ratusan Unggas Mati di Minahasa Diduga Flu Burung

MINAHASA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Dinas Pertanian menyatakan kasus kematian ratusan ekor unggas dalam beberapa hari ini di Kecamatan Belang diduga terkena flu burung atau virus H1N1 masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Dugaan flu burung menunggu hasil laboratorium. Kami dari dinas tidak mau berspekulasi terkait kematian ratusan unggas ini tanpa melihat hasil laboratorium,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara Elly Sangian, di Ratahan, Selasa (22/5).

Menurut Elly, pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan, sekaligus menemani tim yang sama dari Dinas Pertanian Provinsi Sulut dan Balai Besar Veteriner Maros untuk mengambil sampel.

“Sudah diambil sampel dari unggas yang mati untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Jadi kami tunggu hasilnya seperti apa,” ujarnya lagi.

Pihaknya juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan pada beberapa kandang unggas milik warga untuk mencegah penyebaran lebih parah.

“Penyemprotan ini yang bisa kami lakukan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Kepada masyarakat kami mengimbau supaya hati-hati, khususnya menyikapi unggas yang mati itu. Jangan sampai dikonsumsi, melainkan harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditimbun,” ujarnya lagi.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara Donald Lumingkewas menjelaskan, sekitar 300-an ekor unggas mati di wilayah kecamatan Belang.

“Sampai sejauh ini sudah ada 300-an ekor unggas yang mati di wilayah kecamatan Belang. Jumlah unggas yang mati ini bukan merupakan kejadian sehari dua hari, melainkan merupakan jumlah akumulasi selama lebih kurang dua pekan,” katanya pula.

Dia minta masyarakat tidak panik dalam menyikapi kematian ratusan unggas tersebut, sambil mengharapkan segera melapor ke pihaknya ketika didapati unggas yang mati mendadak. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bangsa Gagal Nyintesis

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER