Polres Singkawang Cegah Anak Gunakan Sepeda Motor

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Satlantas Polres Singkawang terus mensosialisasikan keamanan berlalu lintas kepada masyarakat, dimana salah satunya adalah mencegah anak di bawah umur untuk menggunakan kendaraan bermotor.

“Kita terus mengimbau kepada setiap orang tua agar tidak membiarkan anak yang di bawah umur mengendarai sepeda motor, karena ini jelas berbahaya. Membiarkan anak-anak menggunakan kendaraan roda dua, artinya sama saja orang tua tidak menyayangi nyawa anaknya,” kata Kepala Unit Dikyasa Polres Singkawang sekaligus Kasatgas Preemtif, IPDA Jamian, di Singkawang, Rabu (2/5).

Pihaknya juga selalu mengingatkan kepada pengguna kendaraan bermotor untuk selalu membawa kelengkapan surat menyurat kendaraan, menggunakan helm SNI, menggunakan kendaraan yang laik jalan dan bagi pengendara mobil selalu menggunakan safety belt.

Tujuan dari penyuluhan itu, pihaknya ingin bagaimana pola pikir masyarakat selaku pengguna jalan berubah dari yang taat pada saat ada petugas, tetapi selalu sadar dan taat terhadap aturan berlalu lintas di jalan sehingga tidak menjadi pelaku pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dan menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Keamanan dan Keselamatan di jalan adalah milik bersama, untuk itu Stop Pelanggaran dan Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan,” ajaknya.

Dia juga menjelaskan, memasuki hari ke enam Operasi Patuh Kapuas 2018, Satuan Lantas Polres Singkawang rutin melaksanakan kegiatan Preemtif, Preventif dan Penegakan Hukum di lapangan.

“Sasaran kegiatan Preemtif dan Preventif adalah masyarakat umum, dimana kegiatan ini kita fokuskan di tempat perbelanjaan seperti CV Arli Jl Alianyang,” kata.

Pada kegiatan ini, pihaknya memberikan penyuluhan dan penerangan (penluh) serta kampanye keselamatan berlalu lintas guna mencegah anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.

“Di samping itu kami juga selalu mengingatkan dan mengajak para pengguna jalan agar selalu konsentrasi dan berhati-hati saat berkendara,” ujarnya.

Beberapa hal yang dimaksud, katanya, saat berkendara tidak ngebut, tidak menerobos lampu merah, tidak menggunakan HP, tidak dalam pengaruh alkohol dan tidak melawan arus.

“Untuk itulah, kami tak bosan-bosannya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara,” katanya. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan