Polres Kapuas Bentuk Tim Dalami Kasus Keracunan Massal

KUALA KAPUAS, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kapuas, Kalimantan Tengah, membentuk tim untuk mendalami kasus keracunan massal di Masjid Nurul Istiqamah, Handel Simpang Ayai, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak yang terjadi pada Kamis (23/5) saat buka puasa bersama.

“Kami membentuk tim, baik tim olah TKP (tempat kejadian perkara), lidik sidik, pemeriksaan sampel makanan/sisa makanan, tim pemeriksa saksi-saksi, termasuk pengalaman TKP/lokasi kejadian,” kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro di Kuala Kapuas, Ahad (26/5).

Tejo Yuantoro menambahkan, tim bekerja untuk mencari penyebab dan data konkret terkait kejadian keracunan massal yang mengakibatkan ratusan warga dilarikan ke RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas.

“Semua masih melakukan penyelidikan, dan sudah kita bawa sampel makanan yang dikonsumsi warga berbuka itu untuk dilakukan uji laboratorium terlebih dulu untuk memastikannya apakah akibat makanan nasi bungkus masak sambal merah itu atau lainnya,” kata Tejo Yuantoro.

Ia juga mengatakan, bahwa kasus tersebut tidak hanya terjadi kali ini saja, namun sering terjadi dan berulang kali dengan kasus serupa. Oleh sebab itu, pihak akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Tejo Yuantoro juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin menyajikan makanan khususnya untuk orang banyak, agar lebih diperhatikan lagi makanan yang akan dikonsumsi, baik bumbu-bumbu masakan dan sebagainya.

“Makanan yang dimasak harus dilihat, begitu juga tempat penyimpanannya harus higienis dan harus dalam keadaan sudah masak, supaya tidak basi,” katanya.

Korban keracunan yang sempat di rawat di RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas mencapai 254 orang, namun kini sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi