Polisi Ungkap Aksi Kejahatan Kelompok Separatis di Tembagapura

2
147
Kelompok Kriminal Bersenjata
Kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Polisi di Provinsi Papua mengungkap aksi kekerasan dan kejahatan yang dilakukan kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kepada warga selama dalam kondisi terisolir di perkampungan Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal di Timika, Sabtu (18/11), mengatakan tindak kekerasan dan kejahatan yang dilakukan KKB itu disampaikan para korban yang berasal dari dua kampung yakni Kimbeli dan Longsoran, pasca-evakuasi oleh Satgas Terpadu, Jumat (17/11) malam.

“Kekerasan dan kejahatan yang dilakukan seperti pelecehan seksual terhadap perempuan, warga dianiaya dan ditodong dengan senjata api, perampasan telepon seluler, perampasan uang dan emasnya,” ujarnya.

Loading...

Versi polisi, warga yang mengalami pelecehan seksual oleh KKB di area Longsoran sebanyak lima orang wanita atas nama EK, T, HY, D dan L.

Korban kekerasan seksual di kampung Kimbeli atas nama R, MM, LL, S, RK, I dan ML.

Data warga yang dianiaya dan ditodong dengan senjata api sebanyak 19 orang. Warga yang dirampas telepon genggamnya sebanyak 74 orang dengan jumlah barang bukti 200 unit telepon.

Warga yang dirampas uangnya total sebanyak Rp 107,5 juta, dengan rincian S sebesar Rp 7,5 juta, M sebesar Rp 1,5 juta, P sebesar Rp 1 juta, B sebesar Rp 3,2 juta, P sebesar Rp 500 ribu, B sebesar Rp 30 juta, J sebesar Rp 2,8 juta, BT sebesar Rp 5,5 juta, A sebesar Rp 3 juta, MT sebesar Rp 25 juta, Z sebesar Rp 7,5 juta, D sebesar Rp 3 juta, S sebesar Rp 4 juta, Y sebesar Rp 2 juta, YM sebesar Rp 6,5 juta.

Sementara itu warga yang perhiasan emasnya dirampas totalnya sebanyak 254,4 gram dengan rincian, R seberat 10 gram, YP seberat 5,4 gram, MT seberat 40 gram, PP seberat 18 gram, S seberat 70 gram, K seberat 11 gram, YM seberat 100 gram.

Ahmad mengatakan data tersebut menunjukan tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KKB untuk itu harus ditindak tegas dengan hukum yang berlaku.

Sementara ini, Satgas Terpadu penanganan akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok KKB yang telah menyebabkan sebanyak 1.300 warga asli Papua dan pendatang dari luar Papua terisolir selama hampir tiga pekan terakhir. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU