Polisi Bantah Anjurkan Warga Mengungsi ke Timika

0
83
Pembebasan sandera dan evakuasi warga dari kelompok separatis Papua
Proses pembebasan sandera dan evakuasi warga dari kelompok separatis Papua, Jumat, 17/11/2017. (Foto: Istimewa)

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Papua membantah tudingan sejumlah pihak bahwa keberadaan 806 orang pengungsi dari Kampung Banti, Kimbeli, dan Opitawak, Distrik Tembagapura di Timika saat ini lantaran dianjurkan oleh aparat keamanan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, di Timika, Rabu (22/11), menegaskan ratusan warga asli Papua dari ketiga kampung itu memilih mengungsi sementara waktu ke Timika atas kemauan mereka sendiri.

“Keberadaan mereka di Timika sekarang ini atas kemauan mereka sendiri, bukan karena desakan aparat kepolisian dan TNI. Kami hanya memfasilitasi karena saat itu (Senin, 20/11), mereka merasa tidak aman dan nyaman untuk tetap bertahan di kampung,” ujar Kombes Kamal.

Ia mengatakan pada saat aparat mengevakuasi 344 warga non-Papua dari Tembagapura pada Jumat (17/11), warga asli Papua yang bermukim di Kimbeli, Banti, dan kampung-kampung lainnya memilih tetap bertahan di kampung mereka.

Namun selang dua hari kemudian, sebagian warga Kampung Banti meminta untuk dievakuasi ke Timika.

“Setelah ibadah hari Minggu, sebagian warga menyatakan ingin berangkat ke Timika. Awalnya warga yang hendak dievakuasi ke Timika diprediksi hanya sekitar 400-500 orang. Namun saat hendak diberangkatkan ke Timika pada Senin (20/11), jumlahnya membengkak mencapai 806 orang. Kami sama sekali tidak menyangka hal itu,” kata Kombes Kamal pula.

Menurut dia, aparat Polri dan TNI sudah menjelaskan kepada warga soal kondisi yang bakal mereka hadapi jika harus mengungsi sementara ke Timika. Namun demikian warga tetap bersikeras untuk segera diberangkatkan ke Timika.

Kombes Kamal menduga pilihan warga Banti, Kimbeli, dan Opitawak mengungsi sementara ke Timika agar bisa mendapatkan perhatian dari pemda setempat, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan pokok (makan-minum) sehari-hari, pelayanan kesehatan maupun pendidikan bagi anak-anak sekolah.

Di Kampung Banti dan Kimbeli yang sebelumnya ramai dengan keberadaan para pendulang emas tradisional serta pedagang barang kebutuhan pokok kini sudah tidak lagi ada aktivitas seperti itu, lantaran semua warga non-Papua yang berprofesi sebagai pendulang emas dan pedagang sudah dievakuasi ke Timika.

Keberadaan para pendulang emas maupun pedagang barang kebutuhan pokok di wilayah Banti, Kimbeli, dan area longsoran dekat Kali Kabur itu selama ini memberikan keuntungan ekonomis bagi warga setempat.

“Para penambang ilegal dan pedagang itu menyewa lokasi dari penduduk asli setempat. Sekarang mereka semua sudah pergi dari sana, sehingga secara otomatis warga asli sudah tidak lagi mendapatkan penghasilan. Tentu ini menjadi beban sosial yang harus dipikirkan secara matang solusinya ke depan seperti apa,” ujar Kombes Kamal.

Ia menambahkan, keberadaan ratusan warga asli Papua dari ketiga kampung yang mengungsi sementara waktu di Timika itu perlu mendapat perhatian dan penanganan serius oleh Pemkab Mimika maupun pihak Kementerian Sosial.

“Mereka ini juga saudara-saudara kita yang tentu mempunyai hak dan memiliki impian bisa hidup layak untuk keluarga maupun anak-anak mereka. Kami terus mendorong Pemkab Mimika dan pihak-pihak terkait agar masyarakat ini merasa aman dan nyaman. Tentu masalah kesejahteraan sosial mereka harus dipikirkan oleh pemerintah agar mereka bisa kembali survive,” kata Kombes Kamal.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

FIFA Sanksi Federasi Polandia Terkait Spanduk Politis

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  FIFA mengatakan pada Sabtu (23/6) malam bahwa pihaknya menjatuhkan denda 10.000 franc Swiss kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia, untuk apa yang disebut...

Kolombia Berhasil Singkirkan Polandia Lolos Babak 16 Besar

RUSIA, SERUJI.CO.ID - Perjalanan Kolombia di Piala Dunia kembali mendapat harapan berkat kemenangan 3-0 atas Polandia di Grup H pada malam yang panas di Kazan...

Jepang Tahan Imbang Senegal 2-2

RUSIA, SERUJI.CO.ID - Tim nasional sepak bola Jepang bermain imbang 2-2 saat menghadapi kesebelasan Senegal dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2018 yang dihelat di...

Inggris Pesta Gol Lawan Panama 6-1

RUSIA, SERUJI.CO.ID -  Inggris berpesta gol atas Panama 6-1 dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2018 yang dihelat di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Rusia,...

Jelang Hari Pencoblosan, Muhammadiyah Minta Pemerintah dan Aparat Netral

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menjelang hari pecoblosan Pilkada serentak 2018 yang jatuh pada Rabu, 27 Juni 2018, Pimpinan Pusan Muhammadiyah meminta pemerintah dan aparat negara...