Polda Sulsel Musnahkan Ratusan Ribu Botol Miras

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memusnahkan 123.503 botol minuman keras (miras) pabrikan yang disita dari berbagai tempat oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) saat menggelar razia beberapa waktu lalu.

“Semua miras yang dimusnahkan hari ini adalah hasil operasi yang dilakukan anggota selama sebulan terakhir ini,” jelas Direktur Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan di Makassar, Senin (14/5).

Ia mengatakan, pemusnahan ratusan ribu botol minuman keras, baik yang produksi dalam negeri maupun miras impor dilakukan setelah pemilik atau para pengusaha diketahui melakukan pelanggaran sehingga minuman tersebut disita.

Bukan cuma itu, minuman keras lainnya yang jumlahnya 34.292 botol lainnya adalah jenis oplosan serta 3.000 liter lebih lainnya adalah miras tradisional jenis tuak juga ikut dimusnahkan.

“Miras yang dimusnahkan ada yang oplosan, ada yang tradisional dan lebih banyak miras ilegal buatan pabrikan,” katanya.

Menurut Hermawan, operasi penertiban yang dilakukannya untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akibat konsumsi miras, sehingga dilakukan operasi, baik Polda maupun polres jajaran.

Salah satu lokasi yang paling banyak miras sitaannya adalah di sebuah Kawasan Industri Makassar (KIMA) di mana tempat ini adalah tempat untuk mendaur ulang semua miras yang kedaluwarsa.

“Kita melakukan operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, secara serentak dimusnahkan hari ini, khusus daerah Makassar Raya pemusnahannya dipusatkan di Mapolda Sulsel,” jelas Hermawan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER