Plt Wali Kota Sebut Makassar Rentan Konflik

0
47
tawuran, kerusuhan
Tawuran atau kerusuhan (ilustrasi)

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menyatakan jika di Makassar konflik sangat rentan terjadi di tengah masyarakatnya yang heterogen.

“Makassar adalah salah satu kota di Indonesia yang tingkat toleransinya tinggi, meskipun masyarakatnya sangat heterogen,” ujar Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal di Makassar, Rabu (28/3).

Saat membuka sosialisasi Rekonsiliasi Konflik Bagi Tokoh Agama tingkat Makassar, dirinya berharap agar peran dari para tokoh-tokoh dalam masyarakat ditingkatkan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik.

Kegiatan yang diselenggarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar ini melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kota Makassar sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

Dalam sambutannya, Deng Ical mengatakan bahwa Kota Makassar salah satu kota yang rentan terjadinya konflik sosial.

Hal itu karena menurutnya, semua variabel yang bisa menimbulkan terjadinya konfilk sosial ada di Kota Makassar.

“Biasa pemicunya karena persoalan perbedaan presepsi dan kepentingan sehingga menyebabkan terjadi konflik sosial antara warga,” katanya.

Apalagi kata dia, di Makassar ini merupakan titik pertemuan dari berbagai macam unsur mulai dari agama, etnis, adat dan budaya.

Belum lagi, ditambah dengan lingkungan strategisnya di kota Makassar yang begitu mendukung, sehingga ini sangat memungkinkan terjadinya perbedaan-perbedaan yang bisa berakibat pada konflik sosial.

“Hal ini yang mesti kita minimalisir mulai dari sekarang demi mencegah terjadinya konflik sosial antara kelompok yang bisa menganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” jelasnya.

Oleh karena itu, Deng Ical berharap melalui sosialiasi ini semua tokoh masyarakat, agama dan pemuda dapat mengambil peran dalam mencegah terjadinya konflik sosial dilingkungan masing-masing.

“Karena peran tokoh-tokoh masyarakat itu sangat berpengaruh besar di dalam kehidupan bermasyarakat, karena mereka adalah extension of the hand perpanjangan tangan dari masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Makassar,” ucapnya.

“Jadi kalau ada yang bilang ketua RT, RW dan tokoh masyarakat itu tidak ada kontribusinya itu tidak benar,” ujarnya.

Kasubid Pengawasan Konflik Sosial, Zainal Arifin berharap melalui kegiatan ini dapat memberi langkah-langkah yang tepat bagi masyarakat untuk turut berperan mencegah adanya pengaruh-pengaruh yang bisa menimbulkan suatu gesekan ditengah masyarakat lainnya.

“Karena tidak semata hanya pemerintah dan aparat keamanan saja yang menanganinya, tapi juga tokoh-tokoh masyarakat yang diharapkan menjadi terdepan dalam menjaga keharmonisan dilingkungan dan wilayahnya semua,” harapanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...