Petugas Bandara Hasanuddin Gagalkan Pengiriman 500 Detonator Bom

2
269
sultan hasanuddin, makassar
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

MAKASSAR – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, menggagalkan pengiriman 500 detonator peledak setelah terdeteksi sinar X.

“Kami menerima laporan dari petugas Avsec bandara bahwa ditemukan tiga paket dibungkus kardus yang diduga detonator,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Ahad (11/6).

Berdasarkan keterangan petugas Avsec bandara, detonator yang dikemas ke dalam lima kardus itu siap untuk dikirimkan ke daerah tujuan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspres Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Loading...

Saat berada di bagian kargo bandara dan ditimbang, petugas tidak curiga dengan paket yang dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman dengan nomor register SMU 3689331 itu. Setelah dimasukkan dalam mesin pemindai barulah terdeteksi adanya keganjilan.

Petugas lantas memerintahkan kurir yang membawa paket yang dalam keterangannya tertulis berisi dokumen dan makanan itu membuka paket tersebut.

Saat dibuka ditemukan barang berupa detonator yang dibungkus dengan karton dan pembungkus kue. Pihak keamanan Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin lantas mengamankan paket tersebut di area steril.

“Jadi barangnya itu setelah dikemas dan diberikan label serta data-data dokumen siap untuk dikirim ke tujuan, tapi saat pemeriksaan di bagian X-ray petugas Avsec curiga dan menyuruh orang JNE untuk bongkar ulang,” katanya.

Paket itu dikirim atas nama H Jamaluddin Daeng Karaman, warga Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan penerima Haji Raji, warga Jalan MT Haryono Gang Cenderawasi Nomor 24, Katapan, Kalimantan Barat (Kalbar).

“Rencananya paket tersebut dikirim menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-611 dengan tujuan Pontianak,” kata Dicky Sondani.

Penemuan detonator tersebut telah dikoordinasi dengan Densus 88.

Temuan paket detonator bukan yang pertama di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pada Januari 2017, petugas keamanan bandara juga menemukan 300 detonator. Saat itu terungkap, barang hendak digunakan untuk mengebom ikan. (IwanY)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Wuiihhh…perangkat BOM. Dan seperti biasa…pengirim dan penerimanya beridentitas Islam : bernama Islam, bergelar haji, bla..bla..bla… Apakah ini modus, rekkayasa, opini untuk membidik Islam, menyudutkan Islam ??????

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU