Petani di Parigi Moutong Keluhkan Serangan Hama

0
48
Hama wereng

PARIGI, SERUJI.CO.ID – Petani di Kabupaten Parigi Moutong khususnya di wilayah Kecamatan Parigi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluhkan serangan hama penggerek batang yang merusak tanaman padi mereka.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Boyantongo, Mohammad Idzam di Parigi, Kamis (29/3), mengatakan, pasca tanam pada Oktober 2017 dan memasuki masa panen pada Maret 2018, padi milik petani setempat mengalami puso.

“Serangan hama pengerek batang ini membuat kami terancam gagal panen total karena padi sudah rusak,” keluh Idzam.

Dia mengaku, serangan hama pengerek batang yang menyerang sawah petani di wilayah itu merusak sekitar 16 hektare areal persawahan, akibatnya petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Hama penggerek batang, merupakan hama yang tergolong pengganggu utama. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian hingga menjelang panen.

Petani di Parigi mengaku kehabisan akal membasmi hama perusak batang padi itu apalagi saat ini petani telah memasuki fase panen, sehingga mereka berharap ada upaya dilakukan pemerinth untuk menanganinya.

“Hampir setiap tahun hama-hama ini menyerang tanaman padi kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menguraikan, serangan hama penggerek batang disebabkan terjadinya anomali cuaca di kabupaten itu, ditambah lagi kurangnya pemenuhan air di sawah sehingga petani memaksakan diri menanam demi mengikuti jadwal penanaman serentak yang ditetapkan pemerintah setempat.

“Serangan hama ini salah satu faktornya dipicu tidak tepatnya waktu penanaman,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun membenarkan bahwa saat ini sawah milik petani di Kecamatan Parigi Selatan diserang hama pengerek batang.

Sehingga pihaknya, segera melakukan langkah antisipasi dan pengendalian maksimal oleh petugas pengamat hama penyakit.

“Setiap ada gejala serangan hama, petugas kami segera meninjau dan mengambil tindakan baik dalam bentuk pengendalian spot maupun massal,” tuturnya.

Serangan hama yang merusak tanaman padi itu katanya, terjadi kepada dua kelompok tani di wilayah tersebut.

“Lokasi yang terserang hama masuk dalam asuransi usaha padi dan sekarang dalam proses pengajuan klaim,” jelas Nelson. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...