Perburuan Burung di Danau Limboto Belum Ditangani Serius

GORONTALO, SERUJI.CO.ID – Pemerhati lingkungan Rosyid Azhar, Senin (19/3), mengungkapkan perburuan burung di Danau Limboto belum mendapatkan penanganan serius dari berbagai pihak terkait.

“Sampai saat ini perburuan terus terjadi. Dari beberapa informasi warga setempat, yang berburu adalah pengunjung dari luar dan telah dilengkapi senapan. Mereka juga tahu tempat-tempat mana yang banyak burungnya,” ungkapnya di Gorontalo.

Ia juga mengaku sering bertemu dengan para pemburu burung, saat sedang berada di danau untuk mengabadikan jenis-jenis burung dengan kameranya.

Biasanya, kata dia, pemburu menyasar semua jenis burung baik yang residen maupun spesies bermigrasi di kawasan danau.

Menurutnya perburuan akan berdampak besar pada populasi dan keanekaragaman hayati di Danau Limboto, karena burung memegang peranan penting dalam kelangsungan ekosistem.

“Dari pengamatan saya, kebanyakan orang berburu hanya untuk hobi. Saya menemukan banyak burung yang mati tertembak, hanya terletak begitu saja di tepi danau,” tambahnya.

Ia menilai perlu ada edukasi yang lebih gencar dan intensif kepada masyarakat luas, mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan Danau Limboto sebagai habitatnya.

Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), perkumpulan pegiat lingkungan, mencatat lebih dari 80 jenis burung di Danau Limboto yang terdiri dari residen atau penetap dan migran atau pendatang.

Beberapa jenis yang mudah dijumpai di kawasan danau antara lain kuntul besar, kuntul kecil, mandar besar, blekok, dan trinil.

Danau ini juga menjadi habitat berbagai jenis elang seperti elang tiram (Pandion haliaetus), elang bondol (Haliastur indus), elang paria (Mlvus migrans), elang laut perut putih (Haliaetus leucogaster), elang hitam (Ictinaetus malaiensis) dan elang ular Sulawesi (Spilornis rufipectus).

Sedangkan jenis burung migran yang terpantau ada dan berstatus hampir punah adalah kedidi golgol, kedidi leher merah dan trinil lumpur-Asia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.