Peneliti: Tinggi Anak-Anak di NTT Berkurang 48,7 Persen

0
28
Siswa SD di Boti pedalaman NTT
Anak-anak sekolah di pedalaman NTT. (Foto: Istimewa)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Tinggi anak-anak di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kupang berkurang menjadi 48,7 persen ketika memasuki usia Taman Kanak-Kanak. Demikian diungkapkan peneliti sekaligus Dokter Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Ahmad Suryawan.

“Dari 32 bayi yang diteliti, berat badan normal atau sesuai usia yakni 81,3% dan tinggi badan normal sebesar 93,8%. Dan itu normal tetapi saat memasuki usia TK malah turun menjadi 48,7 persen,” katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (13/11).

Hal ini disampaikannya menanggapi hasil penelitiannya yang telah dilakukan sejak Juli hingga awal September 2017. Menurutnya hasil itu merupakan hasil sementara sebab masih akan dilakukan lagi penelitiannya hingga 2018 nanti.

Disamping masalah tinggi anak, masalah lain juga yakni berat anak. Dimana menurutnya berat yang tadinya normal berkurang jadi 44,9%.

“Kita ambil sampel dari dua TK di kota Kupang dan dari dua TK tersebut menunjukkan ada penurunan kualitas anak sehingga menimbulkan stunting,” tambahnya.

Oleh karena itu anak pra-sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup berisiko alami gangguan pertumbuhan.

Hal ini menurutnya tidak hanya terjadi di NTT saja, namun terjadi juga di seluruh Indonesia. Tahap pertama yang dilakukan adalah memberikan suplemen nutrisi yang benar agar pada 2018 nanti pihaknya bisa melihat hasil dari pemberian Suplemen tersebut dibantu dengan para petugas kesehatan dan kader kesehatan di setiap Puskemas.

“Kita bersyukur karena keberadaan Puskemas memberikan dampak yang positif bagi tumbuh kembang anak. Kalau tak ada Puskemas kami yakin berat dan tinggi badan anak usia TK akan turun sangat jauh,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa usai penelitian ini pihaknya akan melaporkan hasil dari penelitian tersebut sehingga kedepannya dapat memberikan jalan keluar bagi pemerintah untuk menangani kasus stunting di NTT yang berada pada urutan pertama di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan NTT Kornelis Kodi Mete mengatakan bahwa tentunya akan menunggu hasil laporan tersebut.

“Kita akan tunggu hasil penelitiannya Bagaimana. Inikan masih sementara jika sudah ada hasilnya akan kami bicarakan demi membawa Kesehatan anak-anak NTT menjadi yang lebih baik lagi,” tambahnya. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
pistol, senjata api

Balik Melawan, Polrestro Jakbar Tembak Mati Perampok Bersenjata

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Metro Jakarta Barat menembak mati perampok bersenjata api, Hendri, lantaran berusaha melawan anggota usai dilakukan penangkapan. "Petugas mengambil tindakan tegas dan...
luhut binsar panjaitan

Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berlanjut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan meski meleset dari target awal beroperasi. Luhut menggelar...

KPU Bali Targetkan Partisipasi Pemilih Lebihi Nasional

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2018 di daerah itu melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 75,5 persen. "Kami...

Bamsoet: UU MD3 Tidak Bungkam Kebebasan Pers

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan disetujuinya pengesahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, atau dikenal dengan UU MD3 hasil perubahan...

KPU Lebak Dorong Pemilih Pemula Tidak Golput

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak mendorong pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung secara serentak...
loading...
Marah

Marah

Marah. Sebuah kata yang sederhana tapi punya implikasi yang besar.  Akibat marah, hubungan silaturrahim badunsanak bisa putus, dengan tetangga tidak berteguran, pejabat bisa kena...

SUARA WARGA MUHAMMADIYAH BISA JADI PENENTU PEMENANG PILGUB JATIM 2018

Suara Warga Muhammadiyah, Bisa Jadi Penentu Pemenang Pilgub Jatim 2018 By: Syaifulloh Penikmat Pendidikan Kedua calon Gubernur Jawa Timur kedua-duanya memiliki back ground dari Ormas terbesar di...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...