Peneliti: Tinggi Anak-Anak di NTT Berkurang 48,7 Persen

0
20
Siswa SD di Boti pedalaman NTT
Anak-anak sekolah di pedalaman NTT. (Foto: Istimewa)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Tinggi anak-anak di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kupang berkurang menjadi 48,7 persen ketika memasuki usia Taman Kanak-Kanak. Demikian diungkapkan peneliti sekaligus Dokter Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Ahmad Suryawan.

“Dari 32 bayi yang diteliti, berat badan normal atau sesuai usia yakni 81,3% dan tinggi badan normal sebesar 93,8%. Dan itu normal tetapi saat memasuki usia TK malah turun menjadi 48,7 persen,” katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (13/11).

Hal ini disampaikannya menanggapi hasil penelitiannya yang telah dilakukan sejak Juli hingga awal September 2017. Menurutnya hasil itu merupakan hasil sementara sebab masih akan dilakukan lagi penelitiannya hingga 2018 nanti.

Disamping masalah tinggi anak, masalah lain juga yakni berat anak. Dimana menurutnya berat yang tadinya normal berkurang jadi 44,9%.

“Kita ambil sampel dari dua TK di kota Kupang dan dari dua TK tersebut menunjukkan ada penurunan kualitas anak sehingga menimbulkan stunting,” tambahnya.

Oleh karena itu anak pra-sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup berisiko alami gangguan pertumbuhan.

Hal ini menurutnya tidak hanya terjadi di NTT saja, namun terjadi juga di seluruh Indonesia. Tahap pertama yang dilakukan adalah memberikan suplemen nutrisi yang benar agar pada 2018 nanti pihaknya bisa melihat hasil dari pemberian Suplemen tersebut dibantu dengan para petugas kesehatan dan kader kesehatan di setiap Puskemas.

“Kita bersyukur karena keberadaan Puskemas memberikan dampak yang positif bagi tumbuh kembang anak. Kalau tak ada Puskemas kami yakin berat dan tinggi badan anak usia TK akan turun sangat jauh,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa usai penelitian ini pihaknya akan melaporkan hasil dari penelitian tersebut sehingga kedepannya dapat memberikan jalan keluar bagi pemerintah untuk menangani kasus stunting di NTT yang berada pada urutan pertama di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan NTT Kornelis Kodi Mete mengatakan bahwa tentunya akan menunggu hasil laporan tersebut.

“Kita akan tunggu hasil penelitiannya Bagaimana. Inikan masih sementara jika sudah ada hasilnya akan kami bicarakan demi membawa Kesehatan anak-anak NTT menjadi yang lebih baik lagi,” tambahnya. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...