Penduduk Miskin di Sulbar Meningkat

MAMUJU, SERUJI.CO.ID – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Barat hingga bulan September tahun 2017 mencapai 11,18 persen atau meningkat dibandingkan bulan Maret 2017 mencapai 11,30 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar Suntono, di Mamuju, Senin (26/3), mengatakan penduduk miskin di perkotaan mencapai 9,50 persen sedangkan di perdesaan mencapai 11,70 persen hingga september 2017.

Ia menyatakan, jumlah penduduk miskin di perkotaan tersebut meningkat dibandingkan penduduk miskin perkotaan pada Maret 2017 mencapai 8,53 persen.

Sementara penduduk miskin perdesaan pada september 2017 sekitar 11,70 persen atau menurun dibandingkan penduduk miskin perdesaan pada Maret 2017 sekitar 12,03 persen.

Menurut dia, garis kemiskinan di Provinsi Sulbar pada September 2017 sebesar Rp315.918 per kapita per bulan.

Komponen garis kemiskinan tersebut diukur setara dengan pemenuhan kebutuhan kalori 2.100 kkal per kapita per hari.

Ia mengatakan, mengukur kemiskinan tersebut, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach) dengan pendekatan kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

“Yang diukur menurut garis kemiskinan makanan dan bukan makanan, garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan setara 2.100 kkal per kapita per hari, garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok nonmakanan lainnya sehingga penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER