Pemkot Ambon Luncurkan Kartu Identitas Anak


AMBON, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meluncurkan program Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia nol hingga 17 tahun dalam rangka tertib administrasi kependudukan.

KIA diserahkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan Wakil Wali kota Ambon Syarif Hadler kepada perwakilan anak dari lima kecamatan di kota Ambon, Selasa (6/3).

Wali Kota menyatakan tahap awal pembagian KIA dilakukan bagi anak yang telah memiliki akta kelahiran yakni anak usia dari 0-5 tahun tanpa foto, sedangkan anak usia lima hingga mendekati 17 tahun menggunakan foto seperti KTP anak.

“Setelah peluncuran program ini, setiap orang tua dapat mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menyerahkan data anak untuk pembuatan KIA,” katanya.

Ia menjelaskan program penerbitan KIA sesuai Peraturan Menteri Dalam negeri (Permendagri) No 02 Tahun 2016, sekaligus upaya untuk mendata penduduk sejak lahir sampai nanti waktunya berkewajiban memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Melalui program itu, Kota Ambon akan memiliki data yang akurat terkait jumlah anak sehingga dapat dilakukan klasifikasi anak yang harus mendapat perhatian seperti bidang pendidikan maupun kebutuhan lainnya.

Richard mengatakan negara bertugas memberikan identitas kepada seluruh penduduknya, termasuk anak-anak. Penerbitan KIA sebagai perwujudan kehadiran negara dalam kualitas pelayanan publik.

“Dengan penerbitan KIA selain sebagai pengenal juga dapat menjadikan anak bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas kependudkan dan Pencatatan Sipil kota Ambon Marsella Hurissa menyatakan telah menyurati Dinas Pendidikan kota Ambon untuk meminta data jumlah siswa perkelas dari jenjang TK-SMP guna proses data dasar.

“Upaya tersebut dilakukan agar ketika program direalisasikan ada target yang dihasilkan yakni setiap bulan akan ada pencapaian jumlah anak yang melakukan perekaman data dan pencetakan kartu. Jika tidak tercapai camat harus bertanggung jawab untuk proses tersebut,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close