Pemkab Kotawaringin Timur Tertibkan Gepeng Karena Meresahkan

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menertibkan gelandangan dan pengemis atau gepeng yang berkeliaran di Sampit karena dinilai meresahkan masyarakat.

“Ada tim bersama yang sudah dibentuk terkait masalah ini. Anggota tim berasal dari beberapa instansi, khususnya Dinas Sosial,” kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotawaringin Timur, Rody Kamislam di Sampit, Senin (21/5).

Rody mengakui, selama Ramadhan ini jumlah gepeng di Sampit cukup banyak. Mereka sering terlihat di pasar tradisional dan Pasar Ramadhan di kawasan Kota Sampit.

Pihaknya selalu siap menertibkan jika memang tim ingin menertibkan para tuna wisma tersebut. Penertiban dilakukan bersama agar bisa dilakukan penanganan secara tuntas terhadap mereka yang terjaring penertiban.

Belum lama ini, tim telah menertibkan gelandangan dan pengemis di beberapa lokasi. Hasilnya, sebanyak tujuh orang terjaring, terdiri dari enam anak punk dan satu orang pengemis.

Satu orang berasal dari Sumatera, satu orang dari Banjarmasin, satu orang dari Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, dua orang dari Kecamatan Baamang dan dua orang dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit.

“Semua sudah dipulangkan, termasuk yang dari Sumatera. Dia dibelikan tiket dan dipulangkan menggunakan kapal laut. Kebanyakan merupakan anak punk,” kata Rody.

Pihaknya terus mengawasi jika ada keberadaan gelandangan dan pengemis kembali muncul. Jika kembali marak maka akan ditertibkan dan dipulangkan ke daerah asal mereka.

Penertiban gelandangan dan pengemis sudah sering dilakukan di Sampit. Namun faktanya, sebagian dari mereka ada yang kembali ke Sampit meski sebelumnya sudah dipulangkan ke daerah asal mereka.

Rody mengimbau masyarakat untuk tidak memanjakan gelandangan dan pengemis. Pemerintah daerah menyarankan masyarakat menyalurkan infaq dan sedekah melalui tempat-tempat resmi seperti panti asuhan, tempat ibadah, pondok pesantren dan lainnya sehingga penggunaannya tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hatiā€“hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER