close

Pemilu 2019 di NTT: Sebanyak 11 Petugas KPPS Meninggal dan 159 Lainnya Sakit

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat jumlah penyelenggara Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia di wilayahnya sebanyak 11 orang.

“Selain 11 meninggal, 159 penyelenggara lainnya mengalami sakit dan sebagian di antaranya masih menjalani perawatan,” kata Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT, Yosafat Koli di Kupang, Jumat (17/5).

Ke-11 petugas yang meninggal dunia itu adalah Blandina Rafu (31 tahun), petugas KPPS di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Kemudian Yahya D. Ora, petugas PPS Dusun I Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, yang meninggal dunia pada 16 April.


Berikutnya Godlief Tefnai, anggota kelompok pantia pemungutan suara (KPPS) pada TPS 09, Desa Menelalete. Kemudian Hely Welhelmina Malan Dadik (37), petugas penyelenggara pada Desa Poto, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Selain itu, Yunus Sapay petugas penyelenggara pada Desa Oebeko, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS. Korban meninggal lain adalah Godlief Tefnai, petugas KPPS di Kelurahan Minelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Junus Ama Ki’i (35 tahun), petugas keamanan pada Kelurahan Watulabara, Kecamatan Wewea Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya serta Saferius Sandra (21 tahun), petugas KPPS Desa Poco Dedeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Fredrika Pige Tadu (56), asal Desa Lewa Paku, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur dan Frasiskus Marto Mola, penyelenggara pada Desa Kanganar, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.

Korban yang meninggal dunia ini, belum termasuk aparat keamanan dan petugas pengawas pemilu yang turut menjadi korban selama pelaksanaan Pemilu 2019.

Yosafat Koli mengatakan, semua korban yang meninggal dunia akan diberikan santunan oleh KPU.

“Kalau biaya perawatan yang sakit, saya belum tahu karena belum ada petunjuk dari KPU RI,” katanya menjelaskan.

Sumber:Ant

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

SMP Favorit di Pekanbaru Sediakan 15 Persen Kuota Untuk Siswa Berprestasi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menyatakan ada lima...

KPU Sebut KH Ma’ruf Amin Tidak Langgar Ketentuan Pemilu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU),...

Yusril Ihza Menilai Perkara Sengketa Pilpres 2019 Tidak Berkaitan Dengan Konsepsi Ketuhanan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf,...

PSIS Semarang Dokumentasikan Aktivitas Penonton Untuk Antisipasi Sanksi “Salah Alamat”

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Manajemen PSIS Semarang akan mendokumentasikan seluruh...

Gedung MK Dijaga Ketat Selama Sidang Kedua PHPU Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pada gelaran sidang lanjutan Perselisihan Hasil...

MK Gelar Sidang Lanjutan PHPU Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) siap menggelar sidang...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi