Pembangunan Tiga Jalan di Kaltim Habiskan Dana Rp154 Miliar


PENAJAM, SERUJI.CO.ID – Tiga proyek pembangunan jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menghabiskan dana sebesar Rp154 miliar.

“Tiga proyek pembangunan jalan telah selesai dilelang, dan akan dikerjakan dalam waktu dekat,” kata Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Pasr Utara Nicko Herlambang di Penajam, Senin (2/4).

Proyek pembangunan jalan tersebut menurut dia, dibiayai melalui pinjaman dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sekitar Rp154 miliar.

“Pembangunan jalan itu akan dikerjakan dengan masa kontrak satu tahun, tapi pemerintah kabupaten berharap minimal pertengahan tahun sudah bisa rampung,” ujar Nicko Herlambang.

Tiga proyek pembangunan jalan tersebut diharapkan rampung sebelum berakhir masa jabatan Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar pada 31 Juli 2018.

“Pembangunan jalan itu bisa diselesaikan minimal pada Juni atau Juli 2018, kalau langsung dikerjakan oleh kontraktor pelaksana pemenang lelang,” ucap Nicko Herlambang.

Ketiga proyek pembangunan jalan tersebut lanjut ia, bisa langsung dikerjakan oleh kontraktor pelaksana karena mendapat pembiayaan dari PT SMI.

Proyek pembangunan jalan itu yakni Jalan Kopi-Kopi-Sungai Parit-Sesumpu senilai sekitar Rp56 miliar, dan Jalan Riko-Gersik (akses jalan menuju Pulau Balang)-Jenebora-Pantai Lango dengan nilai sekisar Rp70 miliar.

Kemudian Jalan Jumaiyah Sungai Parit-Nipah-Nipah-Sei Parit (akses jalan menuju Jembatan Sesumpu) senilai lebih kurang Rp30 miliar.

Tiga proyek pembangunan jalan yang telah dilelang tersebut tambah Nicko Herlambang, merupakan bagian dari tujuh kegiatan yang diusulkan dibiayai melalui pinjaman dana dari PT SMI.

Pinjaman dana sekitar Rp348 milar dari perusahaan pelat merah itu selain untuk membiayai ketiga proyek pembangunan jalan, juga untuk membiayai empat proyek yang dibiayai melalui skema anggaran tahun jamak (multiyears) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close