Pedagang di Gorontalo Andalkan Pasokan Pangan Luar Daerah

GORONTALO, SERUJI.CO.ID – Sejumlah pedagang bahan pangan terutama rempah dan sayuran di Gorontalo, masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Toni Abdulah, salah seorang pedagang sembako di Kota Gorontalo, Rabu (2/5) mengungkapkan, pihaknya bersama pedagang lain memiliki distributor pangan yang sama selama berdagang cabai, bawang merah, hingga rempah-rempah.

“Cabai biasanya kami ambil dari Sulteng, sedangkan bawang merah dari Surabaya atau Makassar. Pasokan di dalam daerah tidak cukup untuk memenuhi permintaan, apalagi menjelang bulan puasa seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya harga pangan dalam daerah juga sedikit lebih mahal dibandingkan yang berasal dari luar daerah. Jenis dan kualitasnya pun terbatas.

Padahal, kata dia, para pedagang berharap melimpahnya pasokan dalam daerah agar harga pangan lebih murah dan petani lokal bisa mendapatkan keuntungan.

Pedagang lainnya, Nuwa Adam, mengatakan selama berjualan buah-buahan dan sayuran enam tahun terakhir ia mengandalkan pasokan dari Kotamobagu, Sulawesi Utara.

“Nenas, kubis, hingga pepaya ambil dari Sulut. Durian, buah naga, langsat, dan jeruk dari Sulteng. Yang dari Gorontalo biasanya hanya pepaya, pisang dan semangka,” ujarnya.

Sebagian jagung dan beras yang beredar di pasar-pasar tradisional juga masih berasal dari Sulteng dan Sulsel sebagai pemasok terbesar.

Para pedagang bahkan biasanya menjajakan berasnya dengan menyebut daerah asal beras untuk menarik minat pembeli.

Untuk menggenjot produksi pangan lokal, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi D Mario mengatakan, bahwa pihaknya menentukan langkah nyata percepatan tanam padi di Provinsi Gorontalo selama sepuluh hari ke depan.

“Dari target sebesar 38.307 hektare realisasi capaian seluas 34.870 hektare, sehingga pencapaian target sebesar 91,03 persen sampai akhir Maret ini,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penyediaan bantuan benih, yaitu benih padi sawah dan benih padi ladang. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER