PDIP Apresiasi Langkah Cepat Presiden Tangani Bencana Asmat

0
9
gizi buruk di asmat
Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak melanda Kabupaten Asmat, Papua. (foto:Dok. Puspen TNI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan fraksinya mengapresiasi langkah cepat Presiden Jokowi menangani bencana yang terjadi di Asmat, Papua sehingga dapat segera teratasi.

“Kami mengapresiasi respon cepat Presiden Jokowi dalam menangani bencana kelaparan dan gizi buruk di Asmat, Papua,” kata Alex saat menerima perwakilan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di Ruang Rapat FPDI Perjuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/2).

Dia mengatakan laporan dan pemetaan Baguna terkait apa yang terjadi di Asmat, akan dirumuskan DPP PDI Perjuangan untuk menyusun rekomendasi yang komprehensif untuk menyelesaikan bencana di Asmat secara tuntas.

Dia meyakini Baguna sebagai sebuah badan di DPP PDI Perjuangan, melakukan upaya mengatasi bencana atas panggilan jiwa sehingga masyarakat mampu merasakan dampaknya.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning meminta Kementerian Kesehatan serius menangani persoalan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Dia meminta Kemenkes mencari terobosan dengan mengirim tim dokter dan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Asmat dan membangun fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

“Penanganan masalah di Asmat memerlukan jangka panjang, kami mendata hanya ada empat dokter umum di Puskesmas dari 23 distrik dan tidak ada satu dokter spesialis,” ujarnya.

Ribka yang juga Anggota Komisi IX DPR RI itu mengatakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri telah memerintahkan agar Baguna tetap melakukan pengobatan dan penyuluhan pola hidup kepada masyarakat Asmat.

Tim Baguna memaparkan hasil kerjanya yang diberangkatkan ke Kabupaten Asmat untuk menanggulangi wabah campak dan gizi buruk.

Baguna mengirimkan dua tim ke Asmat yang terdiri dari dokter dan perawat serta membawa obat-obatan serta logistik lainnya. Tim pertama diberangkatkan pada 24 Januari 2018 dan tim kedua diberangkatkan pada 6 Februari 2018. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....