Pasar Inpres Manonda Kembali Terbakar

PALU, SERUJI.CO.ID – Pasar Inpres Manonda, salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Palu, kembali terbakar, Ahad (18/2) pagi, sekitar pukul 04.30 Wita.

Warga dan pedagang di sekitar pasar di Kecamatan Palu Barat itu dikejutkan dengan kobaran api yang tiba-tiba saja muncul membakar belasan lapak dan kios di Jalan Bayam, Pasar Inpres Manonda.

Berdasarkan keterangan pedagang dari lokasi kejadian, api diketahui berkobar sebelum adzan subuh berkumandang atau sekitar pukul 04.30 Wita.

Baik warga dan pedagang di sekitar lokasi kejadian maupun pemilik lapak dan kios yang hangus dilalap si jago merah tidak tahu persis dari mana sumber api yang berkobar sekitar satu setengah jam tersebut.

“Tidak ada yang tahu dari mana sumber apinya. Ketahuan saat api sudah membesar baru banyak yang datang kemari menyelamatkan barang-barang dagangannya,” kata Ardin (56), salah satu pedagang di pasar itu.

Menurut pedagang lainnya, Nurlia (48), saat itu lokasi kejadian masih sepi sehingga tidak ada satu orang pun yang melihat dari mana sumber api tersebut muncul.

“Kita tahunya api saat itu sudah membesar. Saya ditelpon dari rumah sekitar jam setengah lima kalau terbakar di lokasi saya berjualan,” akunya.

Beruntung kios miliknya tidak hangus terbakar. Padahal jarak antara tempatnya berjualan dan lokasi kejadian hanya sekitar tujuh meter.

Tidak lama berselang, 20 menit setelah api berkobar petugas pemadam kebakaran langsung tiba di lokasi.

Arus listrik di kawasan Pasar Inpres Manonda sempat dipadamkan akibat banyaknya kabel listrik yang korslet akibat dilalap api.

Dari pantauan di lokasi, sekitar lima unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki pengangkut air dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palu dikerahkan untuk memadamkan kobaran api tersebut.

Sebelum pukul 06.00 Wita petugas berhasil memadamkan api.

Kios dan lapak yang terbakar sehari-hari dijadikan sebagai tempat berjualan pakaian, buku-buku agama dan Al- Quran serta sembako.

Hingga kini belum diketahui jumlah lapak dan kios yang terbakar.

Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Palu maupun aparat berwajib dalam peristiwa yang kesekian kalinya melanda pasar Inpres Manonda itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER