Panwaslu Bengkayang Selidiki Perusakan APK

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Yopi Cahyono menyebutkan terkait perusakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk salah satu calon dari tiga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Panwascam.

“Kejadian perusakan APK beberapa waktu lalu di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang tengah diselidiki oleh Panwascam Teriak,” ujarnya di Bengkayang, Rabu (11/4).

Ia menjelaskan apabila APK hilang atau rusak di mana tidak diketahui pelakunya maka Panwascam harus berkoordinasi dengan pihak terkait yakni PPK, Polsek, Koramil dan Camat setempat.

“Nah dalam pertemuan tersebut membahas terkait hilangnya atau rusaknya APK. Apabila dari pihak terkait juga tidak mengetahui pelaku perusakan atau pelaku yang menghilangkan APK maka kasus pidananya tidak dapat diteruskan,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan kerusakan yang ada dan tidak ditemukan pelakunya maka tim pasangan calon dapat mengganti atau mencetak sebanyak 150 persen dari APK yang hilang atau rusak tersebut.

“Namun penggantian tersebut harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari KPU Kalbar dan memasang sesuai zona yang telah ditetapkan KPU tersebut,” kata dia.

Yopi mengimbau semua pihak untuk menyukseskan Pilkada 2018 di Kalbar dan satu di antaranya dengan menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat saat Pilkada berlangsung.

“Semua pihak wajib menyukseskan Pilkada 2018 ini baik itu dari calon, tim pasangan calon, penyelenggara Pemilu, pemerintah dan masyarakat itu sendiri,” harapnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.