Ombudsman Sultra Temukan Dugaan Pelanggaran USBN 2018

0
70
Ujian Sekolah Berstandar Nasional (foto:istimewa)

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pengawas dan peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2018 tingkat SMA dan SMK se-Kota Kendari.

Plt Ketua ORI Perwakilan Sultra, Ahmad Rustam di Kendari, Rabu (28/3) mengatakan sejak 19 sampai 27 Maret 2018 melakukan pengawasan pelaksanaan USBN, ditemukan sejumlah pelanggaran ujian yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaraan USBN tahun pelajaran 2017/2018 yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

“Kami menemukan sejumlah pelanggaran terkait adanya soal yang sudah beredar di group media sosial siswa Sultra khusus untuk mata pelajaran yang masih menggunakan kurikulum 2006 antara lain mata pelajaran Kimia, Fisika dan Ekonomi,” ujar Ahmad Rustam.

Ia mengatakan, meskipun kebocoran soal ini sudah diantisipasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, akan tetapi secara substansi sama saja, karena hanya nomor urut soalnya yang dirubah tapi isinya tetap sama.

Kata Rustam, ORI juga menemukan pengawas USBN membawa handphone di ruang ujian. Sementara sesuai dengan SOP USBN pada BAB XI tentang pengaturan ruang, pengawas, dan tata tertib tidak diperbolehkan.

Pengawas ruang dilarang membawa alat komunikasi dalam ruang USBN, namun kenyataan pihak Ombudsman menemukan terjadi di beberapa sekolah yakni SMAN 1, SMAN 7, SMAN 10 dan SMAN 6 Kota Kendari.

“Sesuai dengan ketentuan SOP USBN setiap peserta tidak boleh membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang kecuali alat tulis yang akan digunakan untuk ujian. Ini terjadi di SMAN 1 dan SMAN 4 Kendari,” kata Rustam.

Tak hanya itu, tepatnya di SMAN 1 Kendari di salah satu ruang ujian, ORI melihat hanya ada satu orang pengawas, padahal yang seharusnya pengawas dalam satu ruang itu harusnya dua orang.

Berdasarkan temuan tersebut, ORI menilai kualitas penyelenggaraan USBN tahun ini sangat rendah, dan ORI berharap, temuan ini dapat menjadi perhatian semua pihak khususnya Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan USBN. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU