Mudik Lewat Jalur Laut Kurang Diminati

PALU, SERUJI.CO.ID – Arus mudik Natal dan Tahun Baru lewat jalur laut menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, terbilang kurang diminati.

“Sampai hari ini penumpang yang akan diberangkatkan dengan KM Lambelu menuju beberapa kota di Pulau Sulawesi dan Kalimantan pada 23 Desember 2017 baru tercatat sekitar 50 orang,” kata Kepala Pelni Cabang Palu Benny Baskoro di Palu, Rabu (20/12).

Ia mengatakan biasanya yang mudik Natal dan Tahun Baru umumnya ke bagian utara seperti Bitung (Sulut). Hanya saja KM Lambelu rute pelayarannya selama ini bukan pada jalur itu.

Sementara satu unit kapal Pelni yakni KM Labobar untuk sementara tidak singgah di Pelabuhan Pantoloan Palu.

“Yang singgah hanya KM Lambelu saja, tetapi tidak berlayar ke Sulut,” katanya.

Benny mengaku pengguna moda transportasi kapal Pelni dari tahun ke tahun terus menurun drastis. Hal itu dikarenakan kebanyakan menggunakan jasa transportasi udara yang jauh lebih singkat waktu perjalanan dan tiketpun terbilang cukup terjangkau semua kalangan.

Sedangkan kapal laut meski tiketnya jauh lebih murah, akan tetapi semakin kurang orang yang melakukan perjalanan mudik dengan kapal Pelni.

Menurutnya, hanya orang-orang yang ekonomi menengah kebawa masih menggunakan kapal laut saat mudik Natal dan Tahun Baru.

Pantauan di loket Pelni Jalan RA Kartina, Palu Timur, terlihat sepi dari antrean pembeli tiket. Tidak ada seorangpun calon penumpang yang terlihat berada di loket penjualan kecuali dua karyawan Pelni yang setia menunggu di loket.

“Penumpangnya sangat sepi, meskipun tanggal 23 Desember 2017 merupakan pemberangkatan mudik Natal terakhir dengan kapal laut,” kata salah seorang karyawan di bagian penjualan tiket.

Dia juga mengaku jumlah penumpang KM Lambelu yang akan berangkat pada (23/12) dari pelabuhan Pantoloan tujuan Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Parepare-Makassar-Baubau sampai Rabu (20/12) baru tercatat 50 orang, padahal kapasitas angkut kapal Pelni tersebut sekitar 2.000 orang. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER