Menpar Sebut “Nomadic Tourism” Cocok Bagi Pariwisata Malut

0
62
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut konsep “nomadic tourism” yang mengandalkan fasilitas pendukung temporer sesuai untuk pengembangan pariwisata di Maluku Utara.

“Potensi pariwisata di Provinsi Maluku Utara sangat besar karena didukung oleh kekayaan alam, tingkat kebudayaan dan kesenian yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari hasil survei Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa Provinsi Maluku Utara menempati urutan teratas Indeks Kebahagiaan 2017 dengan skor 75,68,” kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/3).

Namun, ia mengatakan, untuk menarik jumlah kunjungan wisman dibutuhkan pengembangan pariwisata berstandar internasional.

Sayangnya, pengembangan sektor pariwisata berstandar internasional membutuhkan investasi besar dan jangka waktu yang lama.

Menpar mencontohkan, untuk menjadikan suatu daerah sebagai destinasi kelas dunia, salah satunya wajib memiliki bandara internasional, yang pembangunannya cukup mahal dan perlu waktu bertahun-tahun.

“Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di Provinsi Maluku Utara dapat dilakukan melalui konsep ‘Nomadic Tourism’,” katanya.

Artinya, kata dia, segala sarana pendukung pariwisata dapat dibuat secara “temporary”.

Menpar Arief Yahya menawarkan untuk membantu membangun fasilitas “seaplane” untuk aksesibilitas di Maluku Utara, karena pembangunan bandara membutuhkan waktu lama.

“Nomadic Tourism, adalah bentuk akomodasi sementara seperti glam camp, home pod, karena membangun hotel akan sangat lama. ‘Nomadic tourism’ dan ‘sea plane’ jika dikombinasikan maka akan sempurna,” ujarnya.

Menpar mendorong Kadispar Maluku Utara untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Pariwisata akan membantu dengan menghubungkan kepada para investor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU