Menkopolhukam Ajak Semua Pihak Pulihkan Sulteng Pascabencana


PALU, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengajak semua pihak agar bersinergi dalam memulihkan situasi melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, tsunami dan likuefaksi yang memorak porandakan tiga daerah terparah di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Penyumbang, pemerintah daerah dan masyarakat korban bencana harus bersinergi memulihkan daerah ini. Saya kira ini satu kesatuan yang harus dibangun dan dirawat,” kata Wiranto saat meninjau pembangunan hunian tetap di Palu, Senin (1/6).

Sebelum meninjau pembangunan hunian tetap di Kelurahan Tondo, Kecamatan Ulujadi, Menkopolhukam di dampingi Menteri Pertanahan dan ATR Sofyan Djalil, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk pemulihan Sulteng Arie Setiadi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak di Kabupaten Sigi bertempat di Desa Pombewe.

Ia berterima kasih kepada Yayasan Budha Tzu Chi yang telah berkontribusi membantu pembangunan hunian tetap direncanakan 1.000 unit tahap pertama untuk korban gempa,tsunami dan Likuefaksi Palu diatas lahan yang telah disediakan pemerintah setempat dan selanjutnya 500 unit tahap dua.

Ia menilai, bantuan kemanusiaan diberikan yayasan Budha Suci untuk korban bencana Palu cukup besar, secara finansial biaya pembangunan hunian tetap membutuhkan anggaran tidak sedikit.

“Saya kira kalau kita bersinergi bersama proses pembangunan akan cepat. Kita jangan menuntut yang terlalu muluk-muluk, apa yang ada saat ini kita syukuri karena baru itu yang mampu diberikan,” ujar Wiranto.

Ia berpesan kepada masyarakat sudah saatnya bangkit dari ketidakberdayaan setelah sembilan bulan lalu gempa, tsunami dan likuefaksi yang menghantam Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan sebagian wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kita harus bekerja kembali menghidupi keluarga, jangan sampai kita bergantung dengan bantuan pemerintah maupun pihak lain, sudah saatnya kita hidup mandiri,” tuturnya.

Pada kunjungannya di hunian sementara Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Sigi, Menkopolhukam disambut hangat penyintas dan mereka berharap pemerintah agar menyelesaikan persoalan-persoalan kesejahteraan masyarakat.

Arif, warga Mpanau, mengatakan, masih banyak penghuni hunian sementara belum terdaftar sebagai penerima dana jaminan hidup dari pemerintah, meskipun sebelumnya telah dilaksanakan penyerahan simbolis oleh Kementerian Sosial.

“Saat itu kami sudah di data sebanyak tiga kali, setelah hasilnya keluar ternyata nama-nama mereka tidak masuk dalam daftar penerima jaminan hidup. Saya kira ini perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata Arif.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close