Menkeu Dukung Pembangunan Gedung Kesenian Gunakan Dana Alokasi Khusus

AMBON, SERUJI.CO.ID – Menteri Keuangan(Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mendukung pembangunan gedung kesenian di setiap provinsi di Indonesia sebagai wadah menampilkan kreatifitas.

“Saya mendukung pembangunan gedung kesenian di setiap provinsi dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) transfer daerah untuk membangun fasilitas yang dapat meningkatkan kreaifitas masyarakat,” katanya saat menghadiri Konferensi Musik Nasional, di Ambon, Rabu (7/3).

Ia mengatakan, peranan daerah dibutuhkan dalam memberikan wadah yang baik bagi para pekerja seni di daerah sehingga seluruh kreatifitas dapat disalurkan.

“Pembangunan gedung kesenian bisa menjadi tempat untuk mengeksprsikan berbagai macam karya seni baik itu musik, drama maupun seni lainnya. Hal ini juga bagus untuk generasi millenia mendapatkan wadah yang tepat,” ujarnya.

Menkeu menyatakan, Kementerian Keuangan merupakan bagian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian bagi potensi industri kreatif di Indonesia dengan bentuk konkritnya adalah pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf RI).

“Bekraf pertama kali dibentuk pada pemerintahan Presiden Jokowi. Bekraf merupakan badan yang berdedikasi untuk melihat potensi dan bagaimana mengembangkan kreatifitas,” katanya.

Diakuinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sebesar Rp2.220 triliun dan alokasi untuk bidang pendidikan sebesar Rp440 triliun.

“Jumlah tersebut cukup besar untuk bidang pendidikan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi kualitas manusia Indonesia di bidang musik, ” ujar Menkeu.

Selain mendukung berbagai upaya peningkatan kreatifitas seni, aspek lainnya yang harus menjadi perhatian bersama adalah perpajakan.

Pajak selama ini masih menjadi perhatian para pekerja seni yakni bagaimana mendapatkan ruang khusus untuk berinovasi dan berkreasi tanpa merasa terbeban dari sisi perpajakan.

“Kami akan membantu dan mendukung para pekerja seni. Formula yang ditetapkan mari bersama kita mendiskusikan apakah hal itu dianggap adil atau tidak, sehingg semuanya berjalan dengan baik yakni tetap menjalankan tugas kontitusi negara untuk menjadi warga negara yang membayar pajak,” tandas Menkeu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau