Menipu, Mantan Anggota DPRD Ini Digelandang ke Kantor Polisi

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Satuan Reskrim Polresta Pontianak meringkus seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan, Barat karena terkait kasus penipuan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, Jumat (14/9), mengatakan bahwa mantan anggota DPRD itu, Sf, ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan terhadap korban yang merupakan warga Kecamatan Pontianak Barat.

Tersangka Sf ditangkap pada Rabu (12/9) sekitar pukul 22.00 WIB, di rumahnya di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

“Kasus ini berdasarkan adanya pengaduan korban yang merasa ditipu, di mana pelaku Sf telah menyewa satu unit mobil Toyota Innova Tipe G bernopol KB 1772 UL kepada korban pada Senin (26/6) tahun 2018 sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, setelah lewat satu bulan, mobil tersebut tidak dikembalikan Sf kepada korbannya,” katanya.

Ia mengatakan setelah berhasil ditangkap, Sf mengakui bahwa kendaraan yang ia sewa itu sudah digadaikannya kepada seseorang berinisial Iw sebesar Rp20 juta.

“Dari keterangan itu, kemudian kami bersama anggota Polsek Mandor langsung mendatangi Iw dan berhasil menangkap dan mengamankan Iw beserta barang bukti. Kemudian Sf, Iw dan barang bukti langsung diamankan ke Mako Polresta Pontianak,” katanya.

Husni menambahkan, hingga saat ini Sat Reskrim Polresta Pontianak terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

Terhadap pelaku bila terbukti bersalah maka diancam pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancam hukuman maksimal empat tahun penjara, kata Husni. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.