Mahasiswa Kecam Pemerintah Karena Biarkan Dokter Mogok

0
771
  • 7
    Shares
RSUD Sulbar
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulawesi Barat

MAMUJU, SERUJI.CO.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengecam Pemerintah Provinsi Sulbar karena membiarkan dokter mogok kerja.

“Kami kecam pemerintah yang dipimpin Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, karena membiarkan dokter di rumah sakit Sulbar mogok kerja dengan sejumlah tuntutan, yang berdampak pada tidak terlayaninya pasien di rumah sakit itu,” kata Ketua PMII Cabang Mamuju Wais Walkoni di Mamuju, Jumat (6/10).

Ia mengatakan, mogok kerja para dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter umum dan dokter gigi telah berdampak fatal pada pada pasien, karena ada pasien yang harus meninggal dunia karena tidak mendapatkan pelayanan medis.

Pasien atas nama Sabdiming alias Amming dari kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah yang mengidap penyakit paru-paru akhirnya meninggal karena diduga tidak ditangani dengan baik karena seluruh dokter di rumah sakit Regional Sulbar mogok kerja.

Menurut dia, dokter yang tergabung dalam komite dokter rumah sakit regional Mamuju mogok kerja karena menuntut sarana dan prasarana medis di rumah sakit Sulbar dilengkapi diantaranya obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), fasilitas penunjang (Laboraterium, Radiologi dan alat serta prasarana ruang operasi).

Dokter menuntut adanya sarana medis tersebut agar dokter dapat secara maksimal melayani pasien, dan tidak lagi membahayakan keselamatan pasien.

Ia menilai Gubernur Sulbar telah lalai dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berakibat pada jatuhnya korban dan mogoknya dokter memberikan pelayanan medis.

“Kalau dokter yang menuntut perbaikan rumah sakit dibiarkan mogok kerja, maka korban akan berjatuhan karena pasien yang ada di rumah sakit terbesar di Sulbar tersebut tidak akan maksimal mendapatkan pelayanan medis, ini mesti ada solusi pemerintah jangan diam,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU